DPP IMM Minta Indonesia Berperan Aktif Lindungi Muslim Uighur di Afghanistan
Senin, 06 September 2021 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan tersebut perwakilan Taliban, Mullah Abdul Ghanis Baradar berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditemani oleh sejumlah pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam, di mana Pemerintah Indonesia kala itu menitik beratkan upaya pencegahan kekerasan dalam praktik pemerintahan di Afghanistan serta memastikan perlindungan terhadap hak azazi manusia (HAM).
“Kami yakin Taliban akan mendengarkan saran kita (Indonesia) terkait perlindungan HAM termasuk kepada etnis Uighur. Kasihan mereka saat ini hidup dengan penuh ketakutan,” tutur Rimbo.
Ketakutan terhadap China bukan tidak berdasar mengingat Otoritas Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir memperluas tindakan represifnya terhadap Uighur di luar negeri. China menggunakan strategi agresif untuk membungkam muslim Uighur maupun simpatisannya dengan cara menahan di beberapa tempat di luar negeri lalu mengembalikan paksa mereka ke China.
Seperti yang dialami seorang wanita muda China bernama Wu Huan (26) yang mengaku diculik dari sebuah hotel di Dubai dan ditahan oleh pejabat China pada sebuah vila yang diubah menjadi sebuah penjara, bersama dua orang etnis muslim Uighur.
Wu Huan sendiri bukan orang Uighur melainkan orang Tionghoa Han, etnis mayoritas di Tiongkok, namun ia dan tunangannya Wang Jingyu dicari dan ditangkap hanya lantaran memposting pesan yang mempertanyakan liputan media China tentang protes Hong Kong pada tahun 2019 dan tindakan China dalam bentrokan perbatasan dengan India.
“Kami yakin Taliban akan mendengarkan saran kita (Indonesia) terkait perlindungan HAM termasuk kepada etnis Uighur. Kasihan mereka saat ini hidup dengan penuh ketakutan,” tutur Rimbo.
Ketakutan terhadap China bukan tidak berdasar mengingat Otoritas Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir memperluas tindakan represifnya terhadap Uighur di luar negeri. China menggunakan strategi agresif untuk membungkam muslim Uighur maupun simpatisannya dengan cara menahan di beberapa tempat di luar negeri lalu mengembalikan paksa mereka ke China.
Seperti yang dialami seorang wanita muda China bernama Wu Huan (26) yang mengaku diculik dari sebuah hotel di Dubai dan ditahan oleh pejabat China pada sebuah vila yang diubah menjadi sebuah penjara, bersama dua orang etnis muslim Uighur.
Wu Huan sendiri bukan orang Uighur melainkan orang Tionghoa Han, etnis mayoritas di Tiongkok, namun ia dan tunangannya Wang Jingyu dicari dan ditangkap hanya lantaran memposting pesan yang mempertanyakan liputan media China tentang protes Hong Kong pada tahun 2019 dan tindakan China dalam bentrokan perbatasan dengan India.
Lihat Juga :