Pakar Sebut Hati Jokowi Akan Terungkap Saat Proses Amendemen Bergulir
Jum'at, 03 September 2021 - 09:15 WIB
loading...
Guru Besar Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mochtar menyebutkan isi hati sesungguhnya Presiden Jokowi perihal amendemen UUD saat proses mulai bergulir. Foto/Kagama
A
A
A
JAKARTA - Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyebutkan isi hati yang sesungguhnya dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) perihal amendemen UUD 1945 akan terlihat saat proses itu mulai bergulir di MPR.
Baca juga: Wacana Amendemen UUD 1945, Demokrat Curiga Ada yang Bermain dengan Konstitusi
"Tapi kalau kita lihat pembahasan dari partai parlemen di media soal Amendemen ada di media. Sedangkan pembahasan dengan partai non-parlemen Presiden mengatakan tidak ada (tidak setuju ada Amendemen UUD 1945). Makanya kita tidak tahu sebenarnya Presiden itu mau atau tidak. Tapi isi hati sebenarnya itu akan dibuktikan ketika usulan amendemen tersebut berjalan di parlemen," ujar Zainal Arifin Mochtar, Kamis (2/9/2021).
Baca juga: Bivitri Susanti Meyakini Amendemen UUD 1945 Bakal Melebar bila Dilakukan
Sebagaimana diketahui sebelumnya Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah bertemu dengan petinggi lima partai politik non-parlemen pada Rabu (1/9/2021) seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Perindo (Persatuan Indonesia), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, terkait dengan wacana amendemen UUD 1945, Presiden Jokowi menegaskan kalau wacana amendemen tersebut bukan datang dari dirinya. Kemudian, Presiden Jokowi juga bukan ketua umum partai politik.
“Saya bukan ketua umum partai, jadi saya tidak punya hak apa-apa untuk menyampaikan. Dan juga wacana amendemen itu bukan dari saya,” kata Jokowi dalam pertemuan itu seperti disampaikan Sekjen Partai Perindo Rofiq.
Baca juga: Wacana Amendemen UUD 1945, Demokrat Curiga Ada yang Bermain dengan Konstitusi
"Tapi kalau kita lihat pembahasan dari partai parlemen di media soal Amendemen ada di media. Sedangkan pembahasan dengan partai non-parlemen Presiden mengatakan tidak ada (tidak setuju ada Amendemen UUD 1945). Makanya kita tidak tahu sebenarnya Presiden itu mau atau tidak. Tapi isi hati sebenarnya itu akan dibuktikan ketika usulan amendemen tersebut berjalan di parlemen," ujar Zainal Arifin Mochtar, Kamis (2/9/2021).
Baca juga: Bivitri Susanti Meyakini Amendemen UUD 1945 Bakal Melebar bila Dilakukan
Sebagaimana diketahui sebelumnya Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah bertemu dengan petinggi lima partai politik non-parlemen pada Rabu (1/9/2021) seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Perindo (Persatuan Indonesia), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, terkait dengan wacana amendemen UUD 1945, Presiden Jokowi menegaskan kalau wacana amendemen tersebut bukan datang dari dirinya. Kemudian, Presiden Jokowi juga bukan ketua umum partai politik.
“Saya bukan ketua umum partai, jadi saya tidak punya hak apa-apa untuk menyampaikan. Dan juga wacana amendemen itu bukan dari saya,” kata Jokowi dalam pertemuan itu seperti disampaikan Sekjen Partai Perindo Rofiq.
Lihat Juga :