Berlomba Menampung Pengungsi Afghanistan, Bagaimana dengan Indonesia?

Jum'at, 03 September 2021 - 05:52 WIB
loading...
Berlomba Menampung Pengungsi...
Sejumlah negara berkomitmen menerima pengungsi dari Afghanistan. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Ribuan orang mengungsi dan melarikan diri dari Afghanistan pasca- Taliban menguasai kembali negara tersebut pada pertengahan Agustus lalu. Penguasaan Afghanistan oleh Taliban ini terjadi setelah negara itu dikuasai oleh Amerika Serikat (AS) selama dua dekade.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa setengah juta penduduk Afghanistan mengungsi hingga akhir tahun ini. Lembaga itu menyerukan negara tetangga untuk membuka perbatasan.

Pada saat yang bersamaan, sebanyak 2,2 juta warga Afghanistan sudah mengungsi di negara tetangga dan 3,5 juta orang lainnya melarikan diri dari rumah mereka dan masih bertahan di negara tersebut.

Baca juga: Keberhasilan Taliban Dikhawatirkan Menginspirasi Pemberontakan di AS

AS memfasilitas evakuasi terhadap lebih dari 110.000 orang dari Bandara Kabul sejak 14 Agustus, tetapi tidak jelas berapa jumlah warga Afghan yang diungsikan tersebut.

Sebanyak 300.000 warga AS memiliki afiliasi dengan operasi militer AS sejak invasi pada 2001. Tetapi, hanya puluhan ribu yang bisa mendapatkan visa AS. Sisanya akan mencari jalan berbeda untuk keluar dari negara tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris menerbangkan 15.000 warganya dan di antaranya terdapat 8.000 warga Afghanistan. Banyak warga Afghan yang mengungsi tersebut umumnya ditempatkan di pusat proses darurat yang didirikan di beberapa negara, termasuk Qatar dan Uzbekistan.

Baca juga: Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul

Awal pekan ini, kepala Komando Militer AS di Eropa, mengatakan lebih 7.000 warga Afghan ditempatkan di delapan lokasi di sekitar Eropa sebelum diterbangke ke AS.

Negara yang bertetangga dengan Afghanistan, seperti Pakistan menjadi penampung terbesar pengungsi Afghan mencapai 1,5 juta orang. Berdasarkan catatan badan PBB yang mengurusi pengungsi (UNHCR), negara kedua yang terbanyak menampung pengungsi Afghan adalah Iran sebesar 780.000 warga. Selanjutnya, Jerman berada di posisi ketiga mencapai 180.000 pengungsi dan Turki mencapai 130.00 pengungsi.

Banyak negara sudah menunjukkan komitmen menampung pengungsi Afghan. Kanada yang dikenal terbuka untuk kaum pengungsi pun menyatakan akan menampung 20.000 warga Afghan yang dianggap dalam posisi berbahaya jika Taliban berkuasa.

Sementara Australia hanya menawarkan 3.000 program visa kemanusiaan bagi warga Afghan. Negara lain yang memberikan ruang seperti Uganda, Albania, Turki, Prancis, dan Jerman.

Baca juga: AS Mungkin Harus Koordinasi dengan Taliban untuk Lawan ISIS

Bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya pemerintah Indonesia belum bisa berbuat banyak. Posisi Indonesia saat ini hanya berstatus negara transit bagi pengungsi Afghan. Indonesia tidak bisa menampung pengungsi Afghanistan secara permanen.

Padahal, di sisi lain para pengungsi membutuhkan kepastian untuk mendapatkan negara tujuan sebagai pelabuhan dalam pengungsiannya. Indonesia tidak menandatangani Konvensi Pengungsi 1951.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Menhan Ungkap Asal Muasal...
Menhan Ungkap Asal Muasal Amerika Serikat Ajukan Overflight Access ke Indonesia
Menkomdigi Tegaskan...
Menkomdigi Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan Data Kependudukan
Amerika Serikat di Persimpangan...
Amerika Serikat di Persimpangan Damai Pada Perang Iran
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Rekomendasi
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Berita Terkini
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved