PKPI Berganti Nama, Dipimpin Mantan Komandan Denjaka
Kamis, 02 September 2021 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Said mengatakan, atas dasar kegelisahan yang mendalam pada kondisi bangsa itulah dirinya terdorong dan memutuskan untuk terjun ke dalam partai politik dengan memilih PKP sebagai alat perjuangan.
"Hari ini berkobarlah saya punya semangat yang ingin juga saya tularkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berjuang membangun persatuan di Bumi Indonesia, bersama saya, bersama PKP, Rumah Besar Para Pejuang," kata Said.
"Kita harus melenyapkan kepentingan diri sendiri. Hanya dengan jalan demikianlah kita dapat membentuk Negara indonesia Merdeka yang kekal-abadi, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Demikian pesan Dr. Radjiman Wedyodiningrat yang harus selalu kita ingat," ungkapnya.
Baca juga: Diaz Hendropriyono Mundur dari Posisi Ketum PKPI, Sunan Kalijaga Jadi Plt
Said juga mengatakan, Soesanto Tirtoprodjo pernah mengingatkan sejarah negara kita telah memberi pelajaran bahwa jatuhnya bangsa Indonesia ke dalam lumpur penjajahan ialah adanya perceraian diantara bangsa kita sendiri. Hal ini hakikatnya terjadi karena selain musuh yang dari luar, ada pula musuh yang datang dari dalam hati kita sendiri, yaitu egoisme dan sifat-sifat perseorangan. Tabiat egoisme itulah yang harus bisa kita atasi.
"Oleh sebab itu kita memerlukan persatuan. Persatuan berarti bebas dari perselisihan antara golongan (Sosrodiningrat). Marilah kita sekalian yang cinta pada Tanah Air, berduyun-duyun berjabat tangan. Diikat oleh perasaan cinta-mencitai, harga-menghargai satu sama lain, tak pandang apa agamanya. Kita harus bersatu, senasib sepenanggungan (Wiranatakoesuma)," katanya.
"Hari ini berkobarlah saya punya semangat yang ingin juga saya tularkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berjuang membangun persatuan di Bumi Indonesia, bersama saya, bersama PKP, Rumah Besar Para Pejuang," kata Said.
"Kita harus melenyapkan kepentingan diri sendiri. Hanya dengan jalan demikianlah kita dapat membentuk Negara indonesia Merdeka yang kekal-abadi, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Demikian pesan Dr. Radjiman Wedyodiningrat yang harus selalu kita ingat," ungkapnya.
Baca juga: Diaz Hendropriyono Mundur dari Posisi Ketum PKPI, Sunan Kalijaga Jadi Plt
Said juga mengatakan, Soesanto Tirtoprodjo pernah mengingatkan sejarah negara kita telah memberi pelajaran bahwa jatuhnya bangsa Indonesia ke dalam lumpur penjajahan ialah adanya perceraian diantara bangsa kita sendiri. Hal ini hakikatnya terjadi karena selain musuh yang dari luar, ada pula musuh yang datang dari dalam hati kita sendiri, yaitu egoisme dan sifat-sifat perseorangan. Tabiat egoisme itulah yang harus bisa kita atasi.
"Oleh sebab itu kita memerlukan persatuan. Persatuan berarti bebas dari perselisihan antara golongan (Sosrodiningrat). Marilah kita sekalian yang cinta pada Tanah Air, berduyun-duyun berjabat tangan. Diikat oleh perasaan cinta-mencitai, harga-menghargai satu sama lain, tak pandang apa agamanya. Kita harus bersatu, senasib sepenanggungan (Wiranatakoesuma)," katanya.
Lihat Juga :