Data Pengguna e-HAC Diduga Bocor, Kemenkes: Tidak Terkait di Aplikasi Pedulilindungi
Selasa, 31 Agustus 2021 - 14:29 WIB
loading...
Kemenkes menegaskan saat ini terus melakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait informasi yang beredar terhadap dugaan kebocoran data pengguna pada e-HAC. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan saat ini terus melakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait informasi yang beredar terhadap dugaan kebocoran data pengguna pada Electronic Health Alert Card atau e-HAC .
Kemenkes menjelaskan dari hasil penelusuran saat ini mengindikasikan bahwa terjadi dugaan kebocoran data pada aplikasi e-HAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak tanggal 2 Juli 2021. Baca juga: Waduh, Lebih Dari 1 Juta Data Pengguna Aplikasi e-HAC Kemenkes Diduga Bocor!
Aplikasi e-HAC yang saat ini digunakan oleh masyarakat telah terintegrasi dengan Sistem informasi Satu Data Covid-19 PeduliLindungi yang terdapat pada Pusat Data Nasional dalam kondisi tidak terpengaruh insiden tersebut dan pengamanannya didukung oleh Kemenkominfo dan BSSN.
Integrasi tersebut dilakukan sesuai amanat SE No HK. 02.01/MENKES/847/2021 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi
“Dugaan kebocoran ini tidak terkait dengan aplikasi e-HAC yang ada di aplikasi PeduliLindungi, dan saat ini tengah dilakukan investigasi dan juga penelusuran lebih lanjut terkait dengan informasi dugaan kebocoran ini,” ujar Kepala Data dan Informasi Kemenkes, dr Anas Maruf pada konferensi pers secara virtual, Selasa (31/8/2021).
Kemenkes menjelaskan dari hasil penelusuran saat ini mengindikasikan bahwa terjadi dugaan kebocoran data pada aplikasi e-HAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak tanggal 2 Juli 2021. Baca juga: Waduh, Lebih Dari 1 Juta Data Pengguna Aplikasi e-HAC Kemenkes Diduga Bocor!
Aplikasi e-HAC yang saat ini digunakan oleh masyarakat telah terintegrasi dengan Sistem informasi Satu Data Covid-19 PeduliLindungi yang terdapat pada Pusat Data Nasional dalam kondisi tidak terpengaruh insiden tersebut dan pengamanannya didukung oleh Kemenkominfo dan BSSN.
Integrasi tersebut dilakukan sesuai amanat SE No HK. 02.01/MENKES/847/2021 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi
“Dugaan kebocoran ini tidak terkait dengan aplikasi e-HAC yang ada di aplikasi PeduliLindungi, dan saat ini tengah dilakukan investigasi dan juga penelusuran lebih lanjut terkait dengan informasi dugaan kebocoran ini,” ujar Kepala Data dan Informasi Kemenkes, dr Anas Maruf pada konferensi pers secara virtual, Selasa (31/8/2021).
Lihat Juga :