Perkawinan Anak Salah Satu Penyebab Tingginya Prevalensi Stunting
Minggu, 29 Agustus 2021 - 08:16 WIB
loading...
Perkawinan anak dinlai menjadi salah satu penyebab tingginya prevalensi stunting. Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan bahwa perkawinan anak memiliki korelasi dengan prevalensi stunting. Menurutnya, pencegahan perkawinan anak menjadi kunci pencegahan stunting .
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
"Pencegahan perkawinan anak memang menjadi kunci penting pencegahan stunting karena hal ini menjadi hulunya. Selain itu juga pola asuh, pola makan dan sanitasi harus juga menjadi perhatian bersama," katanya dikutip dari rilis BKKBN, Minggu (29/8/2021).
Bintang mengatakan, dari data yang dimilikinya bahwa daerah dengan angka perkawinan anak yang tinggi diikuti juga tingginya prevalensi stunting.
Baca juga: Berperan Penting dalam Mencegah Stunting, Posyandu Lakukan Rebranding
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
"Pencegahan perkawinan anak memang menjadi kunci penting pencegahan stunting karena hal ini menjadi hulunya. Selain itu juga pola asuh, pola makan dan sanitasi harus juga menjadi perhatian bersama," katanya dikutip dari rilis BKKBN, Minggu (29/8/2021).
Bintang mengatakan, dari data yang dimilikinya bahwa daerah dengan angka perkawinan anak yang tinggi diikuti juga tingginya prevalensi stunting.
Baca juga: Berperan Penting dalam Mencegah Stunting, Posyandu Lakukan Rebranding
Lihat Juga :