Efektivitas Larangan Mudik Tergantung pada Kompensasi dari Pemerintah

Selasa, 21 April 2020 - 14:32 WIB
loading...
Efektivitas Larangan...
Wakil Ketua Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay menilai efektivitas larangan mudik Lebaran 2020 tergantung pada kompensasi yang diberikan pemerintah. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk melarang masyarakat mudik Lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19. Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai efektivitas larangan itu tergantung pada kompensasi yang diberikan pemerintah.

“Efektivitasnya, sekali lagi, tergantung pada keseimbangan antara larangan dengan kompensasi yang diberikan. Jika ada kompensasi, saya kira masyarakat akan patuh. Kalaupun masih ada yang tidak, itu lebih mudah ditertibkan dan disiplinkan,” ujar Saleh kepada SINDOnews, Selasa (21/4/2020).

Namun dari perspektif efektivitas, dia belum yakin bahwa larangan itu nantinya akan diikuti masyarakat. Sebab, kata Saleh, motivasi mudik saat ini bukan hanya karena mau silaturahmi dengan sanak keluarga, melainkan juga karena tidak memiliki pekerjaan lagi di Jakarta sebagai dampak langsung dari pandemi COVID-19.

"Artinya, kalau masyarakat dilarang mudik, sudah semestinya pemerintah menyiapkan jaringan pengaman sosial. Mereka yang di-PHK, tidak mampu, dan terkena dampak harus dibantu. Bantuan-bantuan sosial dan subsidi yang ada harus diberikan kepada mereka. Dengan begitu, mereka bisa bertahan dan tidak keluar rumah selama masa sulit seperti ini," ujar legislator asal Dapil Sumatera Utara II ini.

Namun, Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai larangan mudik yang disampaikan Presiden Jokowi itu perlu diapresiasi. Karena, kata dia, ada kesan bahwa pemerintah serius untuk melakukan pelarangan tersebut. Jika dilarang secara tegas, bisa saja ini akan memberikan dampak baik.

“Ini kan awalnya tidak tegas. Awalnya mau dilarang. Namun berikutnya, ada lagi pernyataan bahwa mudik tidak dilarang. Kalau tidak dilarang, berarti boleh mudik,“ tandas Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN ini.

Namun demikian, larangan mudik ini dianggap terlambat. Pasalnya, seiring dengan gelombang PHK yang terjadi, sudah banyak anggota masyarakat yang sudah mudik. "Karena tidak bekerja lagi di Jakarta, banyak yang memutuskan untuk kembali ke daerah masing-masing," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar Duka, Pendiri...
Kabar Duka, Pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf Meninggal Dunia
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Viva Yoga Anggap Omongan...
Viva Yoga Anggap Omongan Saiful Mujani seperti Buih di Lautan
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Berita Terkini
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved