PAN Gabung Koalisi Pemerintah, PKS Khawatir Makin Besar Penyimpangan

loading...
PAN Gabung Koalisi Pemerintah, PKS Khawatir Makin Besar Penyimpangan
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera angkat bicara ihwal gabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi partai politik pendukung pemerintah Jokowi-Maruf Amin. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) , Mardani Ali Sera angkat bicara ihwal gabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi partai politik pendukung pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin.

Secara kepartaian, Mardani enggan mempersoalkan keputusan yang diambil oleh PAN untuk bergabung dalam koalisi pemerintah. Menurutnya, setiap partai memiliki strateginya masing-masing. Baca juga: PAN Gabung Koalisi Pemerintah, Lima Hal Ini Patut Dicermati

"Perkara PAN gabung koalisi itu hak partai politik tentu masing-masing punya strategi," ujar Mardani kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).

Akan tetapi sebagai partai di luar pemerintahan, dia menyebut potensi penyimpangan semakin terlihat menyusul gemuknya tubuh koalisi di pemerintahan.



"PKS merasa bahwa power tend to corrupt, kekuasaan cenderung menyimpang, absolute power corrupt absolutely, semakin besar kekuasaan semakin besar penyimpangannya," jelasnya.

Sementara itu terkait sikap partainya, Wakil Ketua BKSAP DPR RI itu menegaskan bahwa PKS tetap memilih sebagai partai oposisi. Di mana pilihan tersebut disebut Mardani sudah merupakan pilihan yang rasional, etis, dan logis. Baca juga: PAN Terlambat Gabung Koalisi Pemerintah karena Faktor Amien Rais

"PKS insya Allah ingin bersama rakyat, melayani rakyat dengan mengontrol kebijakan pemerintah secara kritis dan konstruktif. Insya Allah semuanya untuk membangun negeri," pungkasnya.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top