Kombinasi Vaksin Jadi Harapan Baru

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 05:27 WIB
loading...
A A A
Kombinasi vaksin bisa saja dilakukan sepanjang ada platform yang sama dan hal itu sudah diketahui dengan benar. Misalnya Pfizer dan Moderna itu menggunakan paltform yang sama yaitu mRNA sehingga bisa saja dilakukan kombinasi. Namun jika platformnya tidak sama maka sangat tidak disarankan dilakukan kombinasi. “Tidak disarankan (kombinasi) kalau platformnya beda. Tapi kalau sama seperti Pfizer dan Moderna mereka pakai mRNA ya bisa saja. Yang pertama pakai Pfizer, kedua Moderna atau dibalik. Intinya bisa dipertukarkan,” ungkapnya.

Baca juga: Catat! 6 Faskes Vaksin Covid-19 Moderna di Jakarta Barat

Namun untuk yang lain apalagi nanti kalau Sputnik masuk maka sangat tidak disarankan dilakukan kombinasi. Suntikan pertama dan kedua dari Sputnik harus benar-benar dan tidak bisa dipertukarkan. “Kalau pakai Sputnik dari Rusia tidak boleh dipertukarkan, pertama dan kedua harus benar,” tegasnya.

Jika melihat Jerman dan India yang melakukan kombinasi vaksin, Amin melihat mungkin hal itu dilakukan dalam populasi terbatas. Namun hal itu harus dibuktikan apakah benar meningkatkan antibodi atau tida. “Mungkin mereka mencoba baru dalam populasi kecil, tapi itu harus dibuktikan efektif atau tidak. Apakah antibodi naik atau tidak kalau dicampur,” ungkapnya.

Amin menduga kombinasi yang dilakukan sejumlah negara lebih pada upaya skema jika nanti ketersediaan vaksin tidak mencukupi. Sehingga nantinya bisa dilakukan kombinasi tersebut.

Namun untuk di Indonesia, tandas Amin, tampaknya hal itu belum bisa dilakukan. Karena dalam aturan Menteri Kesehatan pun masih disarankan menggunakan satu paltform yang sama. Jika memang dilakukan maka sebaiknya masih dalam populasi terbatas.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Tegaskan Indonesia...
Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Status Pandemi Covid-19...
Status Pandemi Covid-19 Belum Dicabut, Vaksinasi Tetap Penting Dilakukan
Menkes Sebut Vaksinasi...
Menkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Berbayar Strategi Menuju Endemi
Perindo Dukung Vaksinasi...
Perindo Dukung Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat
Vaksin Booster Covid-19...
Vaksin Booster Covid-19 Tak Harus Sama dengan yang Primer, Begini Aturan Kombinasinya
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes DKI Jakarta Tambah Lokasi Vaksinasi
WHO Cabut Status Covid-19...
WHO Cabut Status Covid-19 sebagai Darurat Kesehatan Global
Rekomendasi
Jungkook BTS Terciduk...
Jungkook BTS Terciduk Jalan Bareng Wanita Berambut Pirang, Sosoknya Bikin ARMY Ngakak
Swiss Tembus Perempat...
Swiss Tembus Perempat Final usai Menang Adu Penalti atas Kolombia
Kontroversi VAR di Balik...
Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved