Jokowi Minta Harga PCR Turun, PAN Dorong Permenkes Segera Diterbitkan

Minggu, 15 Agustus 2021 - 21:03 WIB
loading...
Jokowi Minta Harga PCR...
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Intan Fauzi menyambut baik perintah Presiden Jokowi untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp450.000-Rp550.000. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fauzi menyambut baik perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp450.000-Rp550.000, serta hasil PCR dipercepat maksimal menjadi 1x24 jam. Menurutnya, harga tes PCR memang sudah semestinya diturunkan, mengingat kepentingan testing dan tracing sangat penting untuk menekan penularan COVID-19 di masyarakat.

"Alokasi anggaran pemerintah untuk test dan tracing sangat besar yaitu Rp9,9 triliun untuk tahun 2021, sehingga seharusnya tes dan tracing kepada lingkaran pasien positif bisa dilakukan gratis. Apalagi bagi masyarakat yang mau melakukan test PCR mandiri, wajib diberlakukan tarif murah," kata Intan Fauzi kepada wartawan, Minggu (15/8/2021).

Intan mendorong agar pernyataan Presiden tersebut diaktualisasikan dalam bentuk aturan turunan yang jelas dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) dan bukan hanya Surat Edaran seperti Antigen yang lalu. Sebab, harga PCR yang terjangkau adalah kebutuhan mendesak di masyarakat.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan

"Biasanya terjadi kendala pelaksanaan di lapangan harga masih beragam dan tinggi karena tidak ada aturan yang jelas. Saya meminta agar Pemerintah segera menindaklanjuti dan memberlakukan peraturan tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan PCR Swab. Jika tidak, ini hanya sebatas pernyataan," ujarnya.

Dia mencontohkan harga batasan tertinggi rapid tes antigen yang dimuat dalam SE Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kemenkes Nomor HK.02.02/1/4611/2020, dalam SE tersebut ditetapkan batas harga tertinggi di Pulau Jawa Rp250.000 dan di luar Pulau Jawa Rp270.000. Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, pada awalnya aturan ini tak sepenuhnya terlaksana, padahal dalam prosesnya sudah melibatkan kajian BPKP dan diberlakukan sebagai aturan perjalanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis 98: Fitnah Terhadap...
Aktivis 98: Fitnah Terhadap Erick Thohir Akibat Upaya Bersih-bersih di BUMN
Masih Pandemi Covid-19,...
Masih Pandemi Covid-19, Polemik Tes PCR Harus Dihentikan
Aktivis Peduli Gizi:...
Aktivis Peduli Gizi: Tak Perlu Suudzon Kepada Pemerintah Bisniskan PCR
Fahri Hamzah Sebut Standar...
Fahri Hamzah Sebut Standar Etika Pejabat Menurun, Tak Tahu Beda Urusan Negara dan Pribadi
Diisukan Bisnis PCR,...
Diisukan Bisnis PCR, Pengamat: Ada Motif Pembunuhan Karakter Erick Thohir Jelang 2024
Stafsus Wakil Presiden...
Stafsus Wakil Presiden Nilai Isu PCR Bermuatan Politis
Luhut Kasih Izin PT...
Luhut Kasih Izin PT GSI Diaudit Soal Bisnis PCR dengan Syarat
Erick Thohir Dituding...
Erick Thohir Dituding Bisnis PCR, Petugas Pertamedika IHC Ungkap Fakta Ini
Harga Tes PCR Turun,...
Harga Tes PCR Turun, Begini Respons Startup Layanan Kesehatan
Rekomendasi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved