Elektabilitas Naik Salip PKS, PAN Apresiasi Hasil Survei IPO

Minggu, 15 Agustus 2021 - 07:05 WIB
loading...
Elektabilitas Naik Salip PKS, PAN Apresiasi Hasil Survei IPO
Viva Yoga Mauladi bersama Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) naik dan bahkan menyalip Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam survei IPO (Indonesia Political Opinion). Dalam survei itu, elektabilitas PAN naik dari angka 2,2% pada April 2021 meningkat menjadi 5,8%.

Menanggapi hasil survei tersebut, Juru Bicara DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, hasil survei IPO menunjukkan nilai relatif yang tidak berbeda jauh dengan hasil perolehan PAN di pemilu, sejak 2004 sampai 2019.

"PAN mengapresiasi hasil survei IPO sebagai bahan evaluasi untuk merumuskan perencanaan strategis pemenangan Pemilu 2024," ujar Yoga kepada SINDOnews, Sabtu (14/8/2021) malam.

Wakil Ketua Umum DPP PAN ini menambahkan, masyarakat bisa menilai bahwa ternyata hasil survei dari beberapa lembaga survei yang beragam dan berbeda-beda telah dipublikasi.

Baca juga: Survei IPO: Zulhas Berhasil Jaga Soliditas, Elektabilitas PAN Meningkat Signifikan

Mereka menyatakan telah memenuhi kaidah ilmiah akademis, sesuai ilmu statistik, dengan margin error kurang dari 5%, tetapi mengapa hasilnya berbeda? Jika selisihnya berbeda 1 sampai 3%, saya rasa masih rasional. "Yang tidak rasional itu selisih hasilnya berbeda ratusan persen. Ini hasil yang 'aneh bin ajaib untuk PAN'. Mengapa demikian?"

Yoga menambahkan, dari pihak surveyor lembaga survei ketika ditanya, jawabannya, “Adanya kenaikan suara PAN di pemilu karena kerja dari para calegnya”. "Lalu, apakah caleg partai politik lainnya saat kampanye pemilu tidur-tiduran dan tidak bekerja? Ha-ha-ha."

Baca juga: Responden Survei IPO Ingin Duet Airlangga-Anies di Pilpres 2024

Namun, lanjut Yoga, apa pun hasil survei lembaga survei, PAN menyatakan apresiasi dan berterima kasih untuk membawa dunia politik Indonesia ke aras yang rasional dan terukur.
(zik)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2257 seconds (11.252#12.26)