PPP Akui Perpanjangan PPKM Berdampak Kepuasan terhadap Pemerintah Menurun

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 12:05 WIB
loading...
PPP Akui Perpanjangan...
Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi mengakui bahwa turunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah ini ada penyebabnya. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Survei Charta Politika yang dirilis pada Kamis (12/8) kemarin mendapati bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mengalami penurunan menjadi 62,4% dari survei sebelumnya pada Mei 2021 sebesar 65,3%.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi mengakui bahwa turunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah ini ada penyebabnya. Salah satunya yakni kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang cukup panjang. Baca juga: PKS Nilai Turunnya Persepsi Pemberantasan Korupsi Berdampak Buruk bagi Pemerintah

"Tentu ada penyebabnya, seperti misalnya penerapan PPKM yang cukup panjang," ujar pria yang akrab disapa Awiek ini saat dihubungi, Jumat (13/8/2021).

Menurut Awiek, tentu hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Meskipun, diakuinya bahwa kondisinya dilematis terkait dengan perpanjangan PPKM ini.

Karena, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini menjelaskan di satu sisi pembatasan mobilitas penting demi mencegah melonjaknya kasus COVID-19, di sisi lain ekonomi lesu karena mobilitas masyarakat yang serba dibatasi.

"Hal ini juga harus menjadi perhatian pemerintah," pintanya. Baca juga: Tak Hanya Kritik, AHY: Demokrat Akan Bantu Atasi Pandemi dan Krisis Ekonomi

"Namun memang kondisinya dilematis. Mau dilonggarkan imbasnya penyebaran Covid ndak terkendali. Terlalu diperketat, ekonomi lesu," sambung mantan wartawan Koran SINDO ini.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wagub Banten Dimyati:...
Wagub Banten Dimyati: Walaupun Beda Partai, Hati Saya Tetap PPP
Tok! SK PPP Jabar Sah...
Tok! SK PPP Jabar Sah meski Penggugat Hadirkan Taj Yasin sebagai Saksi Kunci
Ajukan Banding, Sengketa...
Ajukan Banding, Sengketa SK DPP PPP Disebut Belum Inkrah
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Rekomendasi
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Ruben Onsu Bongkar Bukti...
Ruben Onsu Bongkar Bukti Transfer Rp11,3 Miliar untuk Rumah Sarwendah
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved