Jangan Lengah! Corona Kini Masuk ke Desa
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 08:26 WIB
loading...
A
A
A
Sempat berpikir untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada hari itu juga. Setelah mengontak klinik, ternyata dokter yang memeriksanya sedang isoman. Ia pun mengurungkan niat dan menambah isoman selama tiga hari lagi. Setelah 10 hari terkurung dalam kamar, Sonya menjalani tes antigen lagi dan dinyatakan negatif.
Baca juga: Tips Cari Hotel Saat Pandemi: Prokes Ketat dan Bebas Tamu Isoman
Dengan kesadaran diri, ia menambah waktu isoman selama sepekan, hingga kondisinya benar-benar kembali pulih dan beraktivitas seperti biasanya. Tentunya tetap dengan menerapkan prokes penanganan Covid-19 secara ketat.
“Kadang-kadang masyarakat sudah takut duluan kalau ada yang Covid-19. Ternyata ada caranya, (masyarakat diberitahu) bagaimana menanganinya. Kemudian, (perangkat desa) keliling desa dan masjid diminta untuk mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker ketika keluar rumah dan tidak berkerumun,” ujar dia.
Berbekal pengalamannya terkena Covid-19 itulah, Sonya Sanjaya kemudian berinisiatif untuk berkeliling desa sambil mengdukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Aktivitas ini dijalaninya denganmenggunakan kendaraan bak terbuka, denganbersepeda motor ataukadang berjalan kaki.Selain dengan rekan karang taruna, Sonya juga menyosialisasikan Covid-19, pentingnya vaksinasi dan protokol kesehatan, bersama mahasiswa KKN dari salah satu kampus di Bandung, Jawa Barat.
Baca juga: Tips Cari Hotel Saat Pandemi: Prokes Ketat dan Bebas Tamu Isoman
Dengan kesadaran diri, ia menambah waktu isoman selama sepekan, hingga kondisinya benar-benar kembali pulih dan beraktivitas seperti biasanya. Tentunya tetap dengan menerapkan prokes penanganan Covid-19 secara ketat.
“Kadang-kadang masyarakat sudah takut duluan kalau ada yang Covid-19. Ternyata ada caranya, (masyarakat diberitahu) bagaimana menanganinya. Kemudian, (perangkat desa) keliling desa dan masjid diminta untuk mengingatkan warga agar selalu menggunakan masker ketika keluar rumah dan tidak berkerumun,” ujar dia.
Berbekal pengalamannya terkena Covid-19 itulah, Sonya Sanjaya kemudian berinisiatif untuk berkeliling desa sambil mengdukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Aktivitas ini dijalaninya denganmenggunakan kendaraan bak terbuka, denganbersepeda motor ataukadang berjalan kaki.Selain dengan rekan karang taruna, Sonya juga menyosialisasikan Covid-19, pentingnya vaksinasi dan protokol kesehatan, bersama mahasiswa KKN dari salah satu kampus di Bandung, Jawa Barat.
(ynt)
Lihat Juga :