Sinergi NU dan BPIP Perkuat Persatuan Bangsa Indonesia yang Majemuk
Kamis, 12 Agustus 2021 - 19:48 WIB
loading...
Kepala BPIP Yudian Wahyudi, saat membuka webinar bertajuk Penguatan Nilai Nilia Pancasila kepada Dai Nahdlatul Ulama, Kamis (12/8/2021).
A
A
A
JAKARTA - Sebagai organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan kata kunci bagi terjaganya Pancasila sebagai ideologi Negara Persatuan Republik Indonesia (NKRI). Pendiri NU, Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari, bahkan salah satu bapak bangsa yang turut merumuskan Pancasila sebagai elemen pemersatu bangsa yang sangat majemuk.
"Sinergi antara Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dengan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) harus terus diperkuat untuk menangkal munculnya paham-paham keagamaan sempit yang berpotensi merongrong ideologi Pancasila," kata Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dalam sambutannya saat membuka webinar bertajuk 'Penguatan Nilai Nilia Pancasila kepada Da'i Nahdlatul Ulama', Kamis (12/8/2021).
Menurut Yudian, orang NU tidak perlu diajari lagi tentang hubungan Pancasila, Islam, dan Bangsa Indonesia. "Hanya orang yang tak paham Islam yang mengatakan bahwa Pancasila tidak sejalan dengan Islam. "Maka sinergi BPIP dengan NU merupakan langkah strategis untuk menjaga ideologi Pancasila," ucapnya.
Webinar yang diselenggarakan guna merayakan dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Tahun Baru Islam ini menghadirkan tokoh-tokoh muda NU sebagai pembicara, seperti Ketua LDNU Agus Salim, Sekjen NU Helmy Faishal Zaini, Sekretaris Lembaga Dakwah Moch NU Bukhori Muslim, Abdul Muiz Ali serta Ade Muzaini.
Sedangkan dari BPIP ada Muhammad Sabri, Direktur Pengkajian serta Prakoso, Deputi Hubungan Antarlembaga Kerja Sama Komunikasi, Sosialisasi, dan Jaringan. Ketua PBNU KH Said Aqil Siradjs yang seyogyanya turut memberi materi batal hadir karena sedang dalam kondisi sakit.
Pada kesempatan tersebut, Ketua LDNU Agus Salim menegaskan kembali bahwa Pancasila sebagai ideologi negara sudah final. Dia menyambut baik penguatan sinergitas antara BPIP dan LDNU. "Maka yang perlu ditekankan adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia," katanya.
Prakoso menambahkan kedua lembaga ini memiliki kepentingan yang sama untuk menegakkan ideologi Pancasila demi keutuhan bangsa dan negara. "Setiap kegaduhan yang terjadi akan mudah dipadamkan bila dua badan ini bersatu dan saling menguatkan," ujarnya.
"Sinergi antara Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dengan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) harus terus diperkuat untuk menangkal munculnya paham-paham keagamaan sempit yang berpotensi merongrong ideologi Pancasila," kata Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dalam sambutannya saat membuka webinar bertajuk 'Penguatan Nilai Nilia Pancasila kepada Da'i Nahdlatul Ulama', Kamis (12/8/2021).
Menurut Yudian, orang NU tidak perlu diajari lagi tentang hubungan Pancasila, Islam, dan Bangsa Indonesia. "Hanya orang yang tak paham Islam yang mengatakan bahwa Pancasila tidak sejalan dengan Islam. "Maka sinergi BPIP dengan NU merupakan langkah strategis untuk menjaga ideologi Pancasila," ucapnya.
Webinar yang diselenggarakan guna merayakan dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Tahun Baru Islam ini menghadirkan tokoh-tokoh muda NU sebagai pembicara, seperti Ketua LDNU Agus Salim, Sekjen NU Helmy Faishal Zaini, Sekretaris Lembaga Dakwah Moch NU Bukhori Muslim, Abdul Muiz Ali serta Ade Muzaini.
Sedangkan dari BPIP ada Muhammad Sabri, Direktur Pengkajian serta Prakoso, Deputi Hubungan Antarlembaga Kerja Sama Komunikasi, Sosialisasi, dan Jaringan. Ketua PBNU KH Said Aqil Siradjs yang seyogyanya turut memberi materi batal hadir karena sedang dalam kondisi sakit.
Pada kesempatan tersebut, Ketua LDNU Agus Salim menegaskan kembali bahwa Pancasila sebagai ideologi negara sudah final. Dia menyambut baik penguatan sinergitas antara BPIP dan LDNU. "Maka yang perlu ditekankan adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia," katanya.
Prakoso menambahkan kedua lembaga ini memiliki kepentingan yang sama untuk menegakkan ideologi Pancasila demi keutuhan bangsa dan negara. "Setiap kegaduhan yang terjadi akan mudah dipadamkan bila dua badan ini bersatu dan saling menguatkan," ujarnya.
Lihat Juga :