Bung Hatta, Koperasi dan Kemandirian Bangsa
Kamis, 12 Agustus 2021 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu akan menjadi persoalan, misalnya, ketika harga jual di tempat lain lebih rendah dibanding koperasinya. Maka, anggota yang tak punya semangat solidaritas akan beralih ke tempat lain itu. Akibatnya, koperasinya pun mati.
Begitu juga dengan semangat individualitas. Bagi Bung Hatta, jika seseorang tak punya semangat individualitas, maka tak ada semangat untuk membela keperluan hidupnya. Semangat berkoperasi pun nihil. Manusia yang tak punya semangat untuk memperjuangkan hidupnya akan cenderung pasrah pada nasib.
Individualitas juga menuntut tanggung-jawab dan kejujuran. Semua itu diletakkan dalam kerangka kepentingan bersama. Meskipun demikian, Bung Hatta menganjurkan agar koperasi tetap diikat dengan peraturan-peraturan. Ini penting sebagai aturan main dalam menjalankan koperasi itu.
Biodata
Nama : Mohammad Hatta
TTL : Bukittinggi, 12 Agustus 1902
Meninggal : Jakarta, 14 Maret 1980
Pendidikan : Lulusan Handels Hogeschool, Belanda (Kemudian bernama Economische Hogeschool, kini benama Universitas Erasmus Rotterdam). (1921-1932)
Karir :
1. Penulis di Daulat Ra’jat dan aktif di Partai Pendidikan Nasional Indonesia (1932).
2. Memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia bersama Soekarno (17 Agustus 1945)
3. Diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia (18 Agustus 1945-1956).
Sumber* diolah dari berbagai sumber
Begitu juga dengan semangat individualitas. Bagi Bung Hatta, jika seseorang tak punya semangat individualitas, maka tak ada semangat untuk membela keperluan hidupnya. Semangat berkoperasi pun nihil. Manusia yang tak punya semangat untuk memperjuangkan hidupnya akan cenderung pasrah pada nasib.
Individualitas juga menuntut tanggung-jawab dan kejujuran. Semua itu diletakkan dalam kerangka kepentingan bersama. Meskipun demikian, Bung Hatta menganjurkan agar koperasi tetap diikat dengan peraturan-peraturan. Ini penting sebagai aturan main dalam menjalankan koperasi itu.
Biodata
Nama : Mohammad Hatta
TTL : Bukittinggi, 12 Agustus 1902
Meninggal : Jakarta, 14 Maret 1980
Pendidikan : Lulusan Handels Hogeschool, Belanda (Kemudian bernama Economische Hogeschool, kini benama Universitas Erasmus Rotterdam). (1921-1932)
Karir :
1. Penulis di Daulat Ra’jat dan aktif di Partai Pendidikan Nasional Indonesia (1932).
2. Memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia bersama Soekarno (17 Agustus 1945)
3. Diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia (18 Agustus 1945-1956).
Sumber* diolah dari berbagai sumber
(abd)
Lihat Juga :