Janjikan Penambahan dari APBN, DPR Minta KPU Hitung Ulang Anggaran Pilkada

Jum'at, 29 Mei 2020 - 08:50 WIB
loading...
Janjikan Penambahan...
Wakil Ketua Komisi II DPR, Saan Mustopa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghitung ulang kebutuhan anggaran untuk keseluruhan tahapan pilkada yang sudah dianggarkan dalam NPHD. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghitung ulang kebutuhan anggaran untuk keseluruhan tahapan pilkada yang sudah dianggarkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). DPR yakin bahwa akan ada kelebihan anggaran dalam beberapa tahapan dan kekurangannya bisa diajukan ke DPR untuk dibahas bersama pemerintah dalam APBN.

“Kita sudah minta KPU untuk menghitung anggaran, bukan hanya tambahan, ada tahapan yang berkurang, pasti ada kelebihan. Misalnya, anggaran nambah saat pungut hitung di TPS, banyak item yang ditambah. Pasti itemnya harus ada APD, penyelenggara harus pakai APD, masyarakat pemilih kalau tidak bawa masker sama sarung tangan yang sekali pakai, masker, sanitizer, disinfektan, wastafel portable, bilik suaranya ditambah juga,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa kepada SINDO Media, Kamis (28/5/2020). (Baca juga: Anggaran Pilkada Membengkak, KPU Minta Dukungan DPR dan Pemerintah)

Menurut Saan, itu semua sudah dibicarakan dengan KPU dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin, pihaknya juga sudah meminta KPU menghitung secara keseluruhan, nanti setelah selesai menghitung. KPU bisa mengusulkan kekurangan anggarannya kepada DPR untuk kemudian dibahas bersama dengan pemerintah.

Karena, Saan pun memahami bahwa sudah tidak bisa berharap pada NPHD Pemerintah Daerah (Pemda). Namun, pihaknya yakin bahwa pasti ada kelebihan anggaran dalam tahapan yang sudah dianggarkan sebelumnya sehingga kelebihan itu bisa digunakan Sebagian untuk menutupi kekurangan anggaran pilkada.

“KPU RI hitung semua dari NPHD yang ditetapkan pemerintah daerah. Bukan hanya kekurangan tapi kelebihan. Dari kelebihan semua, KPU juga bisa menutup kekurangan dari kelebihan di NPHD. Karena susah dari pemda, nanti kita akan bahas di APBN. Prioritasnya APBN,” terang Saan.

Selain itu, Sekretaris Fraksi Nasdem DPR ini menambahkan DPR dan pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk menganggarkan asuransi Kesehatan bagi penyelenggara ad hoc berkaca pada Pemilu 2019 lalu. Termasuk juga soal santunan kematian. Itu semua akan dibahas bersama dengan kekurangan anggaran pilkada lainnya. (Baca juga: Tidak Miliki SIKM, Dishub DKI: Sebanyak 6.364 Orang Diputarbalikkan)

“Tapi, nanti itu dibicarakan karena, ada kekhawatiran di 2019 lalu, ada yang meninggal, kita sudah membicarakan bahwa keselamatan itu menjadi faktor utama yang kita fokuskan. Keselamatan pemilih, penyelenggara dan juga peserta,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Sentuhan Kenyamanan...
Sentuhan Kenyamanan di Mina, Layanan Haji Reguler yang Makin Manusiawi
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Komisi III DPR Nilai...
Komisi III DPR Nilai Kasus Amsal Sitepu Janggal, Proses Hukum Tak Objektif
Rekomendasi
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berita Terkini
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved