Sejumlah Faktor Menentukan Level PPKM di Suatu Daerah
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 13:05 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa dalam penentuan level PPKM setiap daerah dilakukan asesmen setiap minggu. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dalam penentuan level PPKM setiap daerah dilakukan asesmen setiap minggu. Dimana level PPKM tergantung pada indikator laju penularan dan respons kesehatan setiap daerah.
Baca juga: Update Corona 5 Agustus 2021: 3.568.331 Positif, 2.947.646 Sembuh, 102.375 Meninggal
"Jadi asesmen situasi mingguan yang digunakan saat ini untuk menentukan batasan kegiatan masyarakat di tiap kabupaten/kota secara nasional bergantung pada indikator laju penularan dan respon kesehatan per daerah," katanya dikutip dari kanal Youtube BNPB, Jumat (6/8/2021).
Baca juga: Tekan Corona, Pemerintah Daerah Diminta Perkuat Testing dan Tracing
Wiku menjelaskan untuk menentukan indikator laju penularan terdapat tiga aspek yang dipertimbangkan. Di antaranya jumlah kasus konfirmasi, perawatan rumah sakit dan kematian.
Sementara untuk indikator respon kesehatan juga terdapat tiga aspek yang dipertimbangkan yaitu besar positivity rate, kemampuan tracing, dan keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS).
“Selanjutnya kombinasi kedua nilai akhir tersebutlah yang menentukan level setiap kabupaten/kota,” ungkapnya.
Namun begitu ada kekhususan untuk penetapan level PPKM di wilayah aglomerasi di Pulau Jawa dan Bali. Dalam hal ini menyamakan semua level PPKM di wilayah aglomerasi.
“Dengan menyamaratakan level seluruh kabupaten/kota menjadi level 4 jika mayoritas kab/kota dalam satu aglomerasi berada dalam level 4. Hal ini menimbang tingkat mobilitas antar daerah aglomerasi yang tinggi,” pungkasnya.
Baca juga: Update Corona 5 Agustus 2021: 3.568.331 Positif, 2.947.646 Sembuh, 102.375 Meninggal
"Jadi asesmen situasi mingguan yang digunakan saat ini untuk menentukan batasan kegiatan masyarakat di tiap kabupaten/kota secara nasional bergantung pada indikator laju penularan dan respon kesehatan per daerah," katanya dikutip dari kanal Youtube BNPB, Jumat (6/8/2021).
Baca juga: Tekan Corona, Pemerintah Daerah Diminta Perkuat Testing dan Tracing
Wiku menjelaskan untuk menentukan indikator laju penularan terdapat tiga aspek yang dipertimbangkan. Di antaranya jumlah kasus konfirmasi, perawatan rumah sakit dan kematian.
Sementara untuk indikator respon kesehatan juga terdapat tiga aspek yang dipertimbangkan yaitu besar positivity rate, kemampuan tracing, dan keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS).
“Selanjutnya kombinasi kedua nilai akhir tersebutlah yang menentukan level setiap kabupaten/kota,” ungkapnya.
Namun begitu ada kekhususan untuk penetapan level PPKM di wilayah aglomerasi di Pulau Jawa dan Bali. Dalam hal ini menyamakan semua level PPKM di wilayah aglomerasi.
“Dengan menyamaratakan level seluruh kabupaten/kota menjadi level 4 jika mayoritas kab/kota dalam satu aglomerasi berada dalam level 4. Hal ini menimbang tingkat mobilitas antar daerah aglomerasi yang tinggi,” pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :