Waspada Pandemi, KPU Akan Tambah TPS dan Tes Corona Petugas Pilkada
Kamis, 28 Mei 2020 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Arief menjelaskan, untuk kebutuhan anggaran pada Desember nanti kemungkina besar terpenuhi. Alasannya, masih ada waktu untuk membahas perubahan anggaran. Sementara yang Juni, menurutnya, pihaknya butuh dukungan pemerintah dan DPR RI. Pemerintah sendiri bukan hanya Kementerian dalam Negeri (Kemendagri), tapi juga Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggaran itu akan digunakan untuk operasional Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia. Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun, Arief tak menjawab tegas jika anggaran itu tidak cair sebelum 15 Juni 2020. "Nanti kita bahas lagi," ucapnya.
Pilkada kali ini akan semakin rumit. Segala hal harus diatur detail karena situasi tengah pandemi. KPU saat ini sedang merancang pemeriksaan kesehatan untuk PPS dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
KPU menurutnya, ingin memastikan penyelenggara pilkada sehat. Ada dua metode yang sedang digodok, yakni rapid tes dan polymerase chain reaction (PCR). KPPS kemungkinan cukup sekali tes menjelang pemungutan suara. Sementara PPS, bisa lebih dari sekali tes karena akan bertemu dengan peserta pilkada dan pendukungnya beberapa kali.
Karena pada pelaksanaannya diprediksi virus Sars Cov-II masih ada, KPU tengah membahas pengurangan jumlah pemilih di tempat pemungutan suara (TPS). Saat ini, maksimal satu TPS jumlahnya pemilih 800 orang. "Kita akan mengurangi separuhnya. Kemungkinan akan ada lonjakan TPS dari hitungan awal," tutur Arief.
Anggaran itu akan digunakan untuk operasional Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia. Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun, Arief tak menjawab tegas jika anggaran itu tidak cair sebelum 15 Juni 2020. "Nanti kita bahas lagi," ucapnya.
Pilkada kali ini akan semakin rumit. Segala hal harus diatur detail karena situasi tengah pandemi. KPU saat ini sedang merancang pemeriksaan kesehatan untuk PPS dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
KPU menurutnya, ingin memastikan penyelenggara pilkada sehat. Ada dua metode yang sedang digodok, yakni rapid tes dan polymerase chain reaction (PCR). KPPS kemungkinan cukup sekali tes menjelang pemungutan suara. Sementara PPS, bisa lebih dari sekali tes karena akan bertemu dengan peserta pilkada dan pendukungnya beberapa kali.
Karena pada pelaksanaannya diprediksi virus Sars Cov-II masih ada, KPU tengah membahas pengurangan jumlah pemilih di tempat pemungutan suara (TPS). Saat ini, maksimal satu TPS jumlahnya pemilih 800 orang. "Kita akan mengurangi separuhnya. Kemungkinan akan ada lonjakan TPS dari hitungan awal," tutur Arief.
Lihat Juga :