Sosiolog UNJ: Ucapan Menag Yaqut soal Baha'i Kuatkan Sikap Negarawan

Sabtu, 31 Juli 2021 - 16:07 WIB
loading...
Sosiolog UNJ: Ucapan...
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang memberikan ucapan selamat hari raya Naw-Ruz 178 EB kepada komunitas Baha'i sempat menuai pro kontra. Namun, di mata Robertus Robet, sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sikap Menag Yaqut justru menunjukkan bentuk kenegarawanan yang kuat.

"Ini sikap negarawan yang patut diapresiasi. Karena di dalamnya ada keberanian untuk memulai suatu politik inklusivitas yang didasarkan atas rekognisi terhadap kelompok-kelompok minoritas di mana sebelumnya cenderung terpinggirkan," kata Robet di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Robet pun heran dengan masih adanya sejumlah pihak yang mempersoalkan ucapan Menag Yaqut tersebut. Baginya, keberanian Menag secara terbuka memberikan ucapan kepada komunitas Baha'i justru telah mencerminkan pendirian negara yang inklusif. Di sinilah, terlihat jelas ada pengakuan otentik atas keberagaman di Indonesia.

Baca juga: Mengenal Agama Baha'i yang Diberikan Ucapan Selamat oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas

Dia meminta masyarakat Indonesia untuk tidak menutup mata atas keberagaman saat ini. Perbedaan-perbedaan itu juga telah lama ada, bahkan menjadi dasar dan semangat bangsa Indonesia untuk bersatu.

"Dan di sinilah signifikansi dari rekognisi Menag Yaqut atas komunitas Baha'i itu menjadi relevan. Perbedaan diakui dan dirayakan sebagai kekayaan Indonesia, bukan disembunyikan di bawah karpet," katanya.

Dari langkah Menag Yaqut tersebut, hakikatnya juga implementasi aspek pedagogis dalam kerangka mendorong masyarakat untuk berani hidup di tengah perbedaan dan saling menghargai. Sikap ini, menurutnya, perlu terus ditumbuhkan untuk memperkokoh persatuan bangsa.

Baca juga: Anwar Abbas MUI: Baha'i Tidak Masuk Daftar Agama yang Diakui Negara

Robet yang juga aktivis HAM ini menilai, masih adanya sekelompok masyarakat yang begitu resistensi dengan beragamnya agama di Indonesia ini terjadi lantaran efek kebijakan Orde Baru. Selama puluhan tahun Orde Baru, lanjut dia, masyarakat telanjur disosialisasikan untuk memandang agama-agama dalam diskursus yang formal.

"Agama sebagai kekayaan sosio-antropologis yang tumbuh hidup berkembang dalam masyarakat serta dinamis kurang diberi perhatian. Di titik ini pernyataan Menag itu menemukan relevansinya," tandas Robet.

Lebih dari itu, dia menilai sikap Menag juga perwujudan nyata dari apa yang menjadi komitmen besarnya selama ini, yakni mendorong moderasi dan toleransi. "Dengan menginklusikan agama-agama yang kecil, maka agama-agama besar tidak akan kehilangan dan kekurangan apa pun. Malah justru dengan itu nilai-nilai dari agama-agama yang lebih besar diperkuat," ujar alumnus Birmingham University tersebut.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Rekomendasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
Berita Terkini
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved