Sosiolog UNJ: Ucapan Menag Yaqut soal Baha'i Kuatkan Sikap Negarawan
Sabtu, 31 Juli 2021 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Dari langkah Menag Yaqut tersebut, hakikatnya juga implementasi aspek pedagogis dalam kerangka mendorong masyarakat untuk berani hidup di tengah perbedaan dan saling menghargai. Sikap ini, menurutnya, perlu terus ditumbuhkan untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Baca juga: Anwar Abbas MUI: Baha'i Tidak Masuk Daftar Agama yang Diakui Negara
Robet yang juga aktivis HAM ini menilai, masih adanya sekelompok masyarakat yang begitu resistensi dengan beragamnya agama di Indonesia ini terjadi lantaran efek kebijakan Orde Baru. Selama puluhan tahun Orde Baru, lanjut dia, masyarakat telanjur disosialisasikan untuk memandang agama-agama dalam diskursus yang formal.
"Agama sebagai kekayaan sosio-antropologis yang tumbuh hidup berkembang dalam masyarakat serta dinamis kurang diberi perhatian. Di titik ini pernyataan Menag itu menemukan relevansinya," tandas Robet.
Lebih dari itu, dia menilai sikap Menag juga perwujudan nyata dari apa yang menjadi komitmen besarnya selama ini, yakni mendorong moderasi dan toleransi. "Dengan menginklusikan agama-agama yang kecil, maka agama-agama besar tidak akan kehilangan dan kekurangan apa pun. Malah justru dengan itu nilai-nilai dari agama-agama yang lebih besar diperkuat," ujar alumnus Birmingham University tersebut.
Baca juga: Anwar Abbas MUI: Baha'i Tidak Masuk Daftar Agama yang Diakui Negara
Robet yang juga aktivis HAM ini menilai, masih adanya sekelompok masyarakat yang begitu resistensi dengan beragamnya agama di Indonesia ini terjadi lantaran efek kebijakan Orde Baru. Selama puluhan tahun Orde Baru, lanjut dia, masyarakat telanjur disosialisasikan untuk memandang agama-agama dalam diskursus yang formal.
"Agama sebagai kekayaan sosio-antropologis yang tumbuh hidup berkembang dalam masyarakat serta dinamis kurang diberi perhatian. Di titik ini pernyataan Menag itu menemukan relevansinya," tandas Robet.
Lebih dari itu, dia menilai sikap Menag juga perwujudan nyata dari apa yang menjadi komitmen besarnya selama ini, yakni mendorong moderasi dan toleransi. "Dengan menginklusikan agama-agama yang kecil, maka agama-agama besar tidak akan kehilangan dan kekurangan apa pun. Malah justru dengan itu nilai-nilai dari agama-agama yang lebih besar diperkuat," ujar alumnus Birmingham University tersebut.
(abd)
Lihat Juga :