PDIP Sulap Kantor Partai Lenteng Agung Jadi Gedung Sekolah Partai
Kamis, 29 Juli 2021 - 13:08 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengecek progres renovasi kantor DPP PDIP di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang akan menjadi Sekolah Partai. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto hari ini pihaknya melakukan pengecekan progres renovasi kantor DPP PDIP di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang fungsinya akan dialihkan menjadi lokasi Sekolah Partai.
Baca juga: Politikus PDIP: Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio Jadi Inspirasi di Tengah Pandemi
"Di sini nanti akan menjadi salah satu pusat pendidikan dan pelatihan tingkat pusat untuk para kader dan anggota partai. Para calon pemimpin dan pelayan masyarakat akan dididik dan dilatih sesuai dengan ideologi partai," kata Hasto saat meninjau, Kamis (29/7/2021).
Baca juga: Gunakan Solar Panel, PDIP Sebut Kantor Partai Pertama Terapkan Green Building
Hasto menyatakan, pendidikan dan pelatihan ini adalah krusial. Mengapa? Seperti pesan yang disamapikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Sekolah Partai adalah bagian dari sistem kaderisasi yang dibangun oleh partai demi menghasilkan calon pemimpin yang berproses dari bawah, dan mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia.
Baca juga: PDIP Sebut PP Diubah Agar UI Siap Menghadapi Tantangan Global
"Di Sekolah Partai ini calon pengurus Partai, calon anggota legislatif, dan calon kepala daerah-calon wakil kepala daerah digemleng agar memiliki kesadaran ideologis berdasarkan Pancasila, dapat mengambil inti sari sejarah kemerdekaan bangsa, dan memiliki spirit untuk membawa kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia. Secara khusus Ibu Megawati juga menginstruksikan agar dalam kurikulum Sekolah Partai juga diberi pemahaman tentang geopolitik dan bagaimana kepemimpinan Indonesia di dunia internasional," ungkapnya.
Selain itu, kata Hasto, sekolah Partai juga melekat dengan disiplin. Disiplin ideologi, teori, organisasi, dan disiplin di dalam menjadikan rakyat sebagai sumber energi perjuangan Partai. "Kader Partai yang terdidik dan terlatih di Sekolah Partai juga wajib memahami hakekat politik untuk turun ke bawah dan berpihak pada Wong Cilik," ujarnya.
Hasto menuturkan, sekolah partai ini terdiri dari sebuah aula besar, tiga ruang kelas pendukung, tempat tidur dengan kapasitas 200 orang, ruang makan dan ruang medis, kantin Mustika Rasa, serta sebuah ruang khusus bernama Soekarno Corner. Kantin Mustika Rasa terinspirasi dari buku resep asli kuliner Indonesia, satu-satunya yang dibuat di era Bung Karno.
Sedang Soekarno Corner adalah perpustakaan yang menggambarkan keseluruhan sejarah perjuangan Bung Karno, dan bagaimana Partai menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi memajukan bangsa.
"Sebuah lukisan khusus besar akan juga dipajang di salah satu bagian dari Sekolah Partai ini, isinya gambar para pemuka agama serta kepercayaan di Indonesia. Ini sebagai sebuah gambaran Indonesia yang beragam dan multikultur. Inilah kekayaan Indonesia yang harus terus kita jaga," katanya.
Lebih lanjut Hasto mengatakan, rencananya gedung Sekolah Partai ini akan diresmikan pada 22 Agustus. Hal ini terinspirasi dari peristiwa ketika sidang Komite Nasional Indonesia Pusat pada tanggal 22 Agustus 1945 mengambil beberapa keputusan bersejarah tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat, dan Partai Nasional Indonesia agar berdiri terdepan di dalam segala medan juang bersama rakyat yang saat itu menghadapi ancaman kembalinya kolonialisme Belanda yang membonceng tentara Sekutu.
"PDI Perjuangan meyakini hanya dengan pendidikan politik dan kaderisasi berbagai upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan kader Partai dapat dilakukan. Sekolah Partai yang berjalan secara berjenjang, sistemik, dan visioner bagi perjalanan bangsa dan negara ke depan adalah jawaban PDI Perjuangan guna memerbaiki seluruh kehidupan politik di tanah air," pungkas Hasto.
Baca juga: Politikus PDIP: Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio Jadi Inspirasi di Tengah Pandemi
"Di sini nanti akan menjadi salah satu pusat pendidikan dan pelatihan tingkat pusat untuk para kader dan anggota partai. Para calon pemimpin dan pelayan masyarakat akan dididik dan dilatih sesuai dengan ideologi partai," kata Hasto saat meninjau, Kamis (29/7/2021).
Baca juga: Gunakan Solar Panel, PDIP Sebut Kantor Partai Pertama Terapkan Green Building
Hasto menyatakan, pendidikan dan pelatihan ini adalah krusial. Mengapa? Seperti pesan yang disamapikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Sekolah Partai adalah bagian dari sistem kaderisasi yang dibangun oleh partai demi menghasilkan calon pemimpin yang berproses dari bawah, dan mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia.
Baca juga: PDIP Sebut PP Diubah Agar UI Siap Menghadapi Tantangan Global
"Di Sekolah Partai ini calon pengurus Partai, calon anggota legislatif, dan calon kepala daerah-calon wakil kepala daerah digemleng agar memiliki kesadaran ideologis berdasarkan Pancasila, dapat mengambil inti sari sejarah kemerdekaan bangsa, dan memiliki spirit untuk membawa kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia. Secara khusus Ibu Megawati juga menginstruksikan agar dalam kurikulum Sekolah Partai juga diberi pemahaman tentang geopolitik dan bagaimana kepemimpinan Indonesia di dunia internasional," ungkapnya.
Selain itu, kata Hasto, sekolah Partai juga melekat dengan disiplin. Disiplin ideologi, teori, organisasi, dan disiplin di dalam menjadikan rakyat sebagai sumber energi perjuangan Partai. "Kader Partai yang terdidik dan terlatih di Sekolah Partai juga wajib memahami hakekat politik untuk turun ke bawah dan berpihak pada Wong Cilik," ujarnya.
Hasto menuturkan, sekolah partai ini terdiri dari sebuah aula besar, tiga ruang kelas pendukung, tempat tidur dengan kapasitas 200 orang, ruang makan dan ruang medis, kantin Mustika Rasa, serta sebuah ruang khusus bernama Soekarno Corner. Kantin Mustika Rasa terinspirasi dari buku resep asli kuliner Indonesia, satu-satunya yang dibuat di era Bung Karno.
Sedang Soekarno Corner adalah perpustakaan yang menggambarkan keseluruhan sejarah perjuangan Bung Karno, dan bagaimana Partai menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi memajukan bangsa.
"Sebuah lukisan khusus besar akan juga dipajang di salah satu bagian dari Sekolah Partai ini, isinya gambar para pemuka agama serta kepercayaan di Indonesia. Ini sebagai sebuah gambaran Indonesia yang beragam dan multikultur. Inilah kekayaan Indonesia yang harus terus kita jaga," katanya.
Lebih lanjut Hasto mengatakan, rencananya gedung Sekolah Partai ini akan diresmikan pada 22 Agustus. Hal ini terinspirasi dari peristiwa ketika sidang Komite Nasional Indonesia Pusat pada tanggal 22 Agustus 1945 mengambil beberapa keputusan bersejarah tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat, dan Partai Nasional Indonesia agar berdiri terdepan di dalam segala medan juang bersama rakyat yang saat itu menghadapi ancaman kembalinya kolonialisme Belanda yang membonceng tentara Sekutu.
"PDI Perjuangan meyakini hanya dengan pendidikan politik dan kaderisasi berbagai upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan kader Partai dapat dilakukan. Sekolah Partai yang berjalan secara berjenjang, sistemik, dan visioner bagi perjalanan bangsa dan negara ke depan adalah jawaban PDI Perjuangan guna memerbaiki seluruh kehidupan politik di tanah air," pungkas Hasto.
(maf)
Lihat Juga :