Pandemi, Ujian bagi Pemimpin untuk Keluar dari Krisis
Kamis, 29 Juli 2021 - 01:58 WIB
loading...
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J.Rachbini mengungkapkan, bahwa pandemi ini jadi ujian bagi pemimpin. Foto/Neneng Zubaidah
A
A
A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) yang sudah berlangsung setahun lebih di Indonesia ini, cukup memberikan dampak cukup besar. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J.Rachbini mengungkapkan, pandemi ini jadi ujian bagi pemimpin.
Baca juga: Pandemi Covid-19, FKPT Sulteng Ajak Satukan Energi Bersama Atasi Kesulitan Bangsa
Didik mengatakan hal ini ketika memberikan materi bertema "Memahami Politik APBN" pada peserta Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa (SKPB) Akbar Tandjung Institute Angkatan X Seri 12 yang digelar secara zoom, Rabu (28/7/2021) malam.
![Pandemi, Ujian bagi Pemimpin untuk Keluar dari Krisis]()
Menurut Didik, karena itu pemimpinnya harus mampu memperlihatkan bagaimana dia menangani krisis dengan baik, termasuk, bagaimana mengelola keuangan negara dalam rangka menuntaskan krisis tersebut.
"Sayangnya kepemimpinan negara saat ini dikelola oleh mereka yang kurang mampu mengelola krisis. Buktinya, anggaran digelontorkan sangat tinggi melalui APBN, tapi dampaknya kurang terasa," ujar Didik.
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Penelitian Sosial Penting Membantu Pemerintah Merumuskan Kebijakan di Masa Pandemi
Didik yang juga Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini menjelaskan, kritik atas pola kepemimpinan di saat krisis pandemi harus terus disuarakan, sebab tidak mungkin lingkaran dalam kekuasaan melakukan kritik atas jalannya pemerintahan.
Baca juga: Pandemi Covid-19, FKPT Sulteng Ajak Satukan Energi Bersama Atasi Kesulitan Bangsa
Didik mengatakan hal ini ketika memberikan materi bertema "Memahami Politik APBN" pada peserta Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa (SKPB) Akbar Tandjung Institute Angkatan X Seri 12 yang digelar secara zoom, Rabu (28/7/2021) malam.

Menurut Didik, karena itu pemimpinnya harus mampu memperlihatkan bagaimana dia menangani krisis dengan baik, termasuk, bagaimana mengelola keuangan negara dalam rangka menuntaskan krisis tersebut.
"Sayangnya kepemimpinan negara saat ini dikelola oleh mereka yang kurang mampu mengelola krisis. Buktinya, anggaran digelontorkan sangat tinggi melalui APBN, tapi dampaknya kurang terasa," ujar Didik.
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Penelitian Sosial Penting Membantu Pemerintah Merumuskan Kebijakan di Masa Pandemi
Didik yang juga Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini menjelaskan, kritik atas pola kepemimpinan di saat krisis pandemi harus terus disuarakan, sebab tidak mungkin lingkaran dalam kekuasaan melakukan kritik atas jalannya pemerintahan.
Lihat Juga :