Pandemi, Ujian bagi Pemimpin untuk Keluar dari Krisis
Kamis, 29 Juli 2021 - 01:58 WIB
loading...
A
A
A
Ketika masalah ini ditanyakan lagi, Didik malah mengungkap pengalaman 9 tahun lalu ketika mendengar ceramah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa dia butuh waktu pendekatan 51 kali untuk memindahkan sector informal tanpa harus menggusur.
"Kalau dengan pola ini ingin memindahkan transmgrasi, sampai kapanpun tidak akan berhasil," jawab Didik diplomatis.
Menurut Didik yang juga Rektor Unversitas Paramadina ini, menyatakan, tidak sulit memahami bagaimana APBN itu, karena tidak rumit dan mudah diteliti, apalagi jiak ada kejanggalan antara pemasukan dan pengeluaran.
"Jika anatara pemasukan dan pengeluaran adaperbedaan atau disparitas yang cukup tinggi , itu namanya defisit. Nah,defisit anggaran atau APBN kita saat ini sangat besar, tidak sesuai dengan penggunaannya," katanya.
Di sisi lain, Didik menegaskan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 ini sangat besar yaitu sekitar seribu triliun rupiah.
Ini terlihat dari angka pendapatan yang bersumber dari pajak dan non pajak (hibah dan royalty) sebesar 1699 triliun, tapi pengeluaran atau belanja pemerintah pusat dan daerah sebesar Rp2.670 triliun.
"Kalau dengan pola ini ingin memindahkan transmgrasi, sampai kapanpun tidak akan berhasil," jawab Didik diplomatis.
Menurut Didik yang juga Rektor Unversitas Paramadina ini, menyatakan, tidak sulit memahami bagaimana APBN itu, karena tidak rumit dan mudah diteliti, apalagi jiak ada kejanggalan antara pemasukan dan pengeluaran.
"Jika anatara pemasukan dan pengeluaran adaperbedaan atau disparitas yang cukup tinggi , itu namanya defisit. Nah,defisit anggaran atau APBN kita saat ini sangat besar, tidak sesuai dengan penggunaannya," katanya.
Di sisi lain, Didik menegaskan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 ini sangat besar yaitu sekitar seribu triliun rupiah.
Ini terlihat dari angka pendapatan yang bersumber dari pajak dan non pajak (hibah dan royalty) sebesar 1699 triliun, tapi pengeluaran atau belanja pemerintah pusat dan daerah sebesar Rp2.670 triliun.
Lihat Juga :