Wapres Sebut Jurnalis Ujung Tombak Penyampai Informasi di Era Pandemi
Minggu, 25 Juli 2021 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Wapres mengapresiasi jurnalis yang selalu menerapkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam tiap produk yang dihasilkannya. Hal itu penting demi obyektivitas dan keberimbangan pemberitaan.
"Saya juga berharap agar cara-cara pemberitaan yang demikian dapat terus dipertahankan dan dikembangkan demi persatuan bangsa, kecerdasan masyarakat, dan kemajuan bersama," tuturnya.
Lebih lanjut, Wapres menuturkan bahwa media berperan sangat krusial dalam menyampaikan kritik yang membangun terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah, sekaligus dalam melakukan cek fakta di lapangan atas hoaks maupun disinformasi yang ada.
Namun Wapres menyayangkan masih adanya media yang mengabaikan KEJ, bahkan mengamplifikasi informasi yang tidak benar demi meraih click bait (klik bayt), atau "umpan klik" misalnya dengan judul berita yang membuat orang tertarik padahal kontennya berbeda, sehingga ramai beredar tanpa didukung verifikasi dan fakta yang mumpuni.
Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan, hingga 16 Juli lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melaporkan temuan sebanyak 2.027 isu hoaks Covid-19, Vaksin Covid-19, dan PPKM darurat dengan total keseluruhan persebaran berjumlah 5,835 konten hoaks dan disinformasi.
"Saya juga berharap agar cara-cara pemberitaan yang demikian dapat terus dipertahankan dan dikembangkan demi persatuan bangsa, kecerdasan masyarakat, dan kemajuan bersama," tuturnya.
Lebih lanjut, Wapres menuturkan bahwa media berperan sangat krusial dalam menyampaikan kritik yang membangun terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah, sekaligus dalam melakukan cek fakta di lapangan atas hoaks maupun disinformasi yang ada.
Namun Wapres menyayangkan masih adanya media yang mengabaikan KEJ, bahkan mengamplifikasi informasi yang tidak benar demi meraih click bait (klik bayt), atau "umpan klik" misalnya dengan judul berita yang membuat orang tertarik padahal kontennya berbeda, sehingga ramai beredar tanpa didukung verifikasi dan fakta yang mumpuni.
Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan, hingga 16 Juli lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melaporkan temuan sebanyak 2.027 isu hoaks Covid-19, Vaksin Covid-19, dan PPKM darurat dengan total keseluruhan persebaran berjumlah 5,835 konten hoaks dan disinformasi.
Lihat Juga :