IDI: Promotif, Preventif, dan Kuratif Harus Jalan Beriringan Atasi Pandemi Covid-19
Sabtu, 24 Juli 2021 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan, kondisi pandemi secara nasional ini merupakan akumulasi menurunnya tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap kesehatan, munculnya varian virus di Indonesia, dan vaksinasi yang belum mencapai 70%.
”Kita bersama-sama harus menyikapi dan memahami sebuah situasi ini agar tingkat kewaspadaan dan kesadaran untuk selalu peduli dan menerapkan protokol kesehatan menjadi budaya keseharian kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri keluarga dan orang lain,” katanya.
Menurut Syofvi, pemberlakuan PPKM Darurat menjadi solusi utama pemerintah dalam menekan laju pandemi. ”Kita masih harus terus melakukan tindakan preventif dengan pembatasan, memberikan perlindungan imun dan kepada pekerja-pekerja critical dan pemberlakuan WFO dengan proses yang ketat serta percepatan vaksinasi bagi seluruh pekerja kita. Saya juga mengapresiasi kepada PJB yang telah mencapai 95% vaksinasi kepada Rp10.271 pekerjanya,” tuturnya.
Komisaris PJB Defy Indiyanto Budiarto yang menjadi moderator dalam webinar tersebut mengatakan bahwa dalam kondisi seperti ini, informasi positif seperti bertambahnya tingkat kesembuhan harus lebih ditonjolkan dibanding kasus kematian, karena itu dapat meningkatkan imun dan semangat positif bahwa Indonesia pasti bisa melawan wabah ini, masih adanya orang - orang yang tidak percaya dengan covid ini dan tidak mau di vaksin membuat saya geleng-geleng kepala. Secara khusus, Defy juga mengapreasiasi kinerja para tenaga medis yang seolah tanpa lelah berada di garis terdepan dalam penanganan pandemi ini.
”Kita bersama-sama harus menyikapi dan memahami sebuah situasi ini agar tingkat kewaspadaan dan kesadaran untuk selalu peduli dan menerapkan protokol kesehatan menjadi budaya keseharian kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri keluarga dan orang lain,” katanya.
Menurut Syofvi, pemberlakuan PPKM Darurat menjadi solusi utama pemerintah dalam menekan laju pandemi. ”Kita masih harus terus melakukan tindakan preventif dengan pembatasan, memberikan perlindungan imun dan kepada pekerja-pekerja critical dan pemberlakuan WFO dengan proses yang ketat serta percepatan vaksinasi bagi seluruh pekerja kita. Saya juga mengapresiasi kepada PJB yang telah mencapai 95% vaksinasi kepada Rp10.271 pekerjanya,” tuturnya.
Komisaris PJB Defy Indiyanto Budiarto yang menjadi moderator dalam webinar tersebut mengatakan bahwa dalam kondisi seperti ini, informasi positif seperti bertambahnya tingkat kesembuhan harus lebih ditonjolkan dibanding kasus kematian, karena itu dapat meningkatkan imun dan semangat positif bahwa Indonesia pasti bisa melawan wabah ini, masih adanya orang - orang yang tidak percaya dengan covid ini dan tidak mau di vaksin membuat saya geleng-geleng kepala. Secara khusus, Defy juga mengapreasiasi kinerja para tenaga medis yang seolah tanpa lelah berada di garis terdepan dalam penanganan pandemi ini.
(cip)
Lihat Juga :