Idul Adha, CENTRIS Ajak Indonesia Upayakan Keadilan bagi Etnis Muslim Uighur

Selasa, 20 Juli 2021 - 09:57 WIB
loading...
Idul Adha, CENTRIS Ajak...
CENTRIS mengingatkan Indonesia menggalang kekuatan dengan mengeluarkan kebijakan luar negeri untuk mendesak China menghentikan aktivitas apapun terhadap etnis muslim Uighur di Xinjian pada Hari Raya Idul Adha. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Hari Raya Idul Adha adalah salah satu hari besar agama Islam yang wajib diperingati oleh seluruh umat muslim seluruh dunia, di mana umat muslim melakukan serangkaian ibadah antara lain Salat Ied, penyembelihan hewan kurban hingga tradisi bersilaturahmi antar sesama.

Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS) mengingatkan negara-negara dunia khususnya Indonesia menggalang kekuatan dengan mengeluarkan kebijakan luar negeri mereka masing-masing untuk mendesak China menghentikan aktivitas apapun terhadap etnis muslim Uighur di Xinjian pada Hari Raya Idul Adha. Baca juga: Slamet Riyadi, Gugur Tertembak di Usia 23 Tahun Jelang Operasi Berakhir

“Hari ini kan Idul Adha, kita sangsi muslim Uighur dapat menjalankan kewajiban ibadah dan perayaan hari besar umat Islam tersebut, mengingat China hingga detik ini masih menutup rapat akses dan informasi etnis Uighur dari dunia,” ujar Peneliti Senior CENTRIS, AB Solissa kepada wartawan, Selasa (20/7/2021).

AB Solissa mengatakan esensi Idul Adha, Hari Raya Kurban yang sarat makna dan nilai-nilai kehidupan, seyogyanya dapat memberikan paradigma baru dan menggugah sisi kemanusiaan negeri panda tersebut terhadap persoalan kemanusiaan khususnya yang menimpa kaum minoritas di China.

CENTRIS juga menilai negara-negara dunia menggunakan momentum Hari Keadilan Internasional (World Day of International Justice Day) untuk mendesak Pemerintah Tiongkok agar membuka luas sekaligus memberikan akses keluar masuk bagi tim investigasi independen yang diinisiasi oleh organisasi HAM internasional untuk melihat langsung kondisi terkini etnis Uighur.

China sepatutnya menghormati Hari Raya Idul Adha dan Hari Keadilan Internasional yang juga disebut sebagai Hari Keadilan Pidana Internasional sebagai bagian dari masyarakat dunia.

“Tujuan utama disepakatinya World Day of International Justice oleh seluruh negara-negara dunia adalah untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian memperoleh keadilan bagi siapapun di muka bumi ini, tak terkecuali kaum minoritas seperti etnis Uighur di China,” jelas AB Solissa.

AB Solissa juga memaparkan Hari Keadilan Internasional juga diperingati oleh dunia internasional sebagai penanda pentingnya memerangi impunitas dan membawa keadilan bagi para korban kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.

Dari berbagai laporan investigasi seperti yang dilakukan jurnalis internasional BBC, Organisasi HAM Amnesty International dan negara-negara adidaya antara lain Amerika Serikat dan Inggris yang peduli akan penegakan HAM, patut diduga telah terjadi kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran berat HAM yang menjurus pada aksi genosida terhadap etnis Uighur di China.

Laporan yang juga disertai bukti-bukti otentik ini menunjukkan China berniat menargetkan populasi Xinjiang berdasarkan agama dan etnis serta penggunaan kekerasan, intimidasi yang tidak manusiawi untuk menghilangkan keyakinan agama Islam serta praktik etnobudaya Muslim Turki.

Bukan itu saja, etnis Uighur, Kazakh dan muslim lainnya dibawa ke jaringan kamp di Xinjiang untuk indoktrinasi tanpa henti serta penyiksaan fisik dan psikologis dengan metode penyiksaan antara lain pemukulan, setrum listrik, tekanan mental, pengekangan, digantung di dinding, didinginkan di suhu yang sangat dingin, dan dikurung tersendiri.

“Jika membaca laporan tersebut, ini China sadis benar ya, enggak ada prikemanusiaannya. Sadis dan keji, masyarakat dunia harus bersatu untuk mengulurkan tangan menyelamatkan jutaan umat muslim Uighur di sana,” tutur AB Solissa.

“Ingat, World Day of International Justice mengingatkan kita masyarakat dunia untuk membawa siapapun yang melakukan kejahatan kemanusiaan ke meja hijau. Tidak ada impunitas di muka bumi ini bagi pelaku kejahatan kemanusiaan,” pungkas AB Solissa.

Seperti diketahui sebelumnya, hari ini, Selasa (20/7) umat muslim dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H yang berdekatan dengan peringatan Hari Keadilan Internasional (World Day of International Justice) dimana issue minoritas muslim dibeberapa negara, salah satunya di China diketahui kesulitan menjalankan ibadah apalagi merayakan hari besar keagamaan umat islam di sana. Baca juga: Prihatin Idul Adha Penuh Keterbatasan, Anies Baswedan Beri Pesan Menyentuh

Namun sayangnya, usaha dunia internasional untuk menyelamatkan etnis minoritas ini, terkendala dengan sikap keras pemerintah Tiongkok yang enggan membuka diri terhadap permasalahan kemanusiaan yang terjadi di negaranya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Rekomendasi
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved