Reaksi Kubu AHY Terkait Ucapan Idul Adha Moeldoko sebagai Ketum Demokrat
Selasa, 20 Juli 2021 - 18:41 WIB
loading...
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, KSP Moeldoko masih menyampaikan ucapan Idul Adha sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pada perayaan Idul Adha tahun ini, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko masih menyampaikan ucapan Idul Adha sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. Padahal, Menkumham sudah secara tegas menolak legalitas kepengurusan Demokrat hasil KLB Deli Serdang pada 31 Maret 2021 lalu.
Baca juga: Sebut Kubu SBY-AHY Gerombolan, Moeldoko Cs: Tujuan Utama Mereka Nyerang Pemerintahan Jokowi
Terkait hal ini, sejumlah elite Partai Demokrat memyampaikan cibirannya kepada Moeldoko. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik menyebut bahwa Moeldoko tuna etika dan tebal muka.
Baca juga: Pembinaan Petani oleh Moeldoko Dinilai Bagian dari Kepedulian Pemerintah
"Kita maafkan hari ini. Besok kita tertawakan lagi. Selamanya kita tak akan lupakan, Kepala Staf Presiden @Jokowi. Ini: tuna etika dan tebal sekali kulit mukanya. Ia bagian dari penyebab, kenapa Istana di masa Presiden Jokowi tak dipandang dengan segan, apalagi hormat," tulis Rachland dalam akun twitternya @RachlanNashidik, Selasa (20/7/2021).
Baca juga: Sidang Gugatan Partai Demokrat, Kubu Moeldoko: AD/ART Kongres 2020 Harus Dibatalkan
Senada, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut bahwa banyak mantan kader Demokrat yang suka berhalusinasi dan pandemi Covid-19 tak tertangani. Karena KSP dan kelompoknya terus bermanuver mengejar ambisi pribadi.
"Kumpulan mantan kader dan yang ngebet jadi kader @PDemokrat. Kesamaannya satu: halu. Begini-begini yang buat pandemi Covid-19 di Indonesia tidak terurus dengan baik. Kepala KSP & gerombolannya terus sibuk bermanuver mengejar ambisi pribadi, bukan mikir bgmn selamatkan nyawa rakyat," kata Herzaky.
Baca juga: Sebut Kubu SBY-AHY Gerombolan, Moeldoko Cs: Tujuan Utama Mereka Nyerang Pemerintahan Jokowi
Terkait hal ini, sejumlah elite Partai Demokrat memyampaikan cibirannya kepada Moeldoko. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik menyebut bahwa Moeldoko tuna etika dan tebal muka.
Baca juga: Pembinaan Petani oleh Moeldoko Dinilai Bagian dari Kepedulian Pemerintah
"Kita maafkan hari ini. Besok kita tertawakan lagi. Selamanya kita tak akan lupakan, Kepala Staf Presiden @Jokowi. Ini: tuna etika dan tebal sekali kulit mukanya. Ia bagian dari penyebab, kenapa Istana di masa Presiden Jokowi tak dipandang dengan segan, apalagi hormat," tulis Rachland dalam akun twitternya @RachlanNashidik, Selasa (20/7/2021).
Baca juga: Sidang Gugatan Partai Demokrat, Kubu Moeldoko: AD/ART Kongres 2020 Harus Dibatalkan
Senada, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut bahwa banyak mantan kader Demokrat yang suka berhalusinasi dan pandemi Covid-19 tak tertangani. Karena KSP dan kelompoknya terus bermanuver mengejar ambisi pribadi.
"Kumpulan mantan kader dan yang ngebet jadi kader @PDemokrat. Kesamaannya satu: halu. Begini-begini yang buat pandemi Covid-19 di Indonesia tidak terurus dengan baik. Kepala KSP & gerombolannya terus sibuk bermanuver mengejar ambisi pribadi, bukan mikir bgmn selamatkan nyawa rakyat," kata Herzaky.
(maf)
Lihat Juga :