Tembus 50 Ribu Kasus Baru per Hari, Satgas Covid-19 Klaim Bukan karena Mobilitas
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:10 WIB
loading...
PPKM Darurat diklaim sukses menekan mobilitas masyarakat tetapi belum cukup mengurangi angka kasus positif Covid-19. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai terlihat hasilnya. Menurut dia saat ini sudah mulai terjadi penurunan mobilitas masyarakat.
"Evaluasi pembatasan mobilitas selama seminggu PPKM Darurat kemarin sudah mulai terlihat hasilnya, di mana terjadi penurunan mobilitas ke tempat kerja, tempat umum, tempat wisata dan stasiun," kata Wiku, Kamis (15/7/2021).
Baca juga: 4 Pejabat Eselon II Kabupaten Bekasi Terpapar Covid-19, Satgas: Kondisi Sudah Membaik
Namun demikian, penurunan mobilitas ini belum cukup untuk menurunkan angka kasus positif Covid-19. Apalagi selama beberapa hari terakhir kasus penularan terus meningkat bahkan mencapai lebih dari 50 ribu perharinya. "Peningkatan kasus tajam sebagian besar terjadi akibat penularan di tingkat keluarga," tutur dia.
Untuk itu, lanjut Wiku, peran masyarakat dalam menekan kluster keluarga sangat penting. Wiku mengimbau jika ada anggota keluarga yang positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri dengan benar.
Jika tidak ada tempat isoman maka pemerintah telah menyediakan sejumlah fasilitas isolasi terpusat.
"Evaluasi pembatasan mobilitas selama seminggu PPKM Darurat kemarin sudah mulai terlihat hasilnya, di mana terjadi penurunan mobilitas ke tempat kerja, tempat umum, tempat wisata dan stasiun," kata Wiku, Kamis (15/7/2021).
Baca juga: 4 Pejabat Eselon II Kabupaten Bekasi Terpapar Covid-19, Satgas: Kondisi Sudah Membaik
Namun demikian, penurunan mobilitas ini belum cukup untuk menurunkan angka kasus positif Covid-19. Apalagi selama beberapa hari terakhir kasus penularan terus meningkat bahkan mencapai lebih dari 50 ribu perharinya. "Peningkatan kasus tajam sebagian besar terjadi akibat penularan di tingkat keluarga," tutur dia.
Untuk itu, lanjut Wiku, peran masyarakat dalam menekan kluster keluarga sangat penting. Wiku mengimbau jika ada anggota keluarga yang positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri dengan benar.
Jika tidak ada tempat isoman maka pemerintah telah menyediakan sejumlah fasilitas isolasi terpusat.
(muh)
Lihat Juga :