Ivermectin, Inisiatif Erick Thohir yang Mendapat Persetujuan BPOM
Kamis, 15 Juli 2021 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
"Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, dalam upaya mengatasi pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi, kami mohon dukungan saudari agar dapat dilakukan percepatan penerbitan EUA Ivermectin, sehingga dapat menjadi produk lokal untuk pencegahan dan pengobatan COVID-19," kata Erick dalam surat tersebut.
Selain mempertimbangkan penggunaan dan status Ivermectin, Erick mengatakan informasi dari PT Indo Farma Tbk menyatakan bahwa obat ini efektif untuk mencegah dan membasmi virus SARS-CoV-2. Kebetulan, Indo Farma merupakan perusahaan yang mengajukan permohonan pra-registrasi kepada BPOM untuk obat Ivermectin.
Namun pengajuan Ivermectin sebagai obat terapi COVID-19 sempat mendapatkan kritik. Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono turut mempertanyakan alasan gencar kampanye obat Ivermectin yang sewajarnya diizinkan sebagai obat cacing ini. Sedangkan untuk obat terapi COVID-19 masih dalam uji klinis oleh BPOM.
Pandu pun mengkritik pihak-pihak yang gencar mengkampanyekan obat Ivermectin. Menurutnya kampanye itu bisa disalahartikan oleh masyarakat yang pada akhirnya menganggap jika Ivermectin sebagai obat COVID-19.
Selain itu, dia mengkritik surat dari FLCC yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait rekomendasi penggunaan Ivermectin yang diklaim obat tersebut efektif di beberapa negara, salah satunya India. Sebagaimana twit pada akun Twitternya.
Selain mempertimbangkan penggunaan dan status Ivermectin, Erick mengatakan informasi dari PT Indo Farma Tbk menyatakan bahwa obat ini efektif untuk mencegah dan membasmi virus SARS-CoV-2. Kebetulan, Indo Farma merupakan perusahaan yang mengajukan permohonan pra-registrasi kepada BPOM untuk obat Ivermectin.
Namun pengajuan Ivermectin sebagai obat terapi COVID-19 sempat mendapatkan kritik. Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono turut mempertanyakan alasan gencar kampanye obat Ivermectin yang sewajarnya diizinkan sebagai obat cacing ini. Sedangkan untuk obat terapi COVID-19 masih dalam uji klinis oleh BPOM.
Pandu pun mengkritik pihak-pihak yang gencar mengkampanyekan obat Ivermectin. Menurutnya kampanye itu bisa disalahartikan oleh masyarakat yang pada akhirnya menganggap jika Ivermectin sebagai obat COVID-19.
Selain itu, dia mengkritik surat dari FLCC yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait rekomendasi penggunaan Ivermectin yang diklaim obat tersebut efektif di beberapa negara, salah satunya India. Sebagaimana twit pada akun Twitternya.
Lihat Juga :