PPKM Darurat : Pemerintah Terus Tingkatkan Jumlah Tes Harian
Kamis, 15 Juli 2021 - 10:56 WIB
loading...
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.
A
A
A
JAKARTA - Sepekan lebih diberlakukannya, pemerintah dari berbagai sektor melakukan pemantauan dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Terutama dalam hal laju penularan Covid-19 di masyarakat.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga 13 Juli 2021, kumulatif kasus nasional yaitu, 2.615.529, dan kumulatif meninggal 68.219. Rata-rata kenaikan kasus 7 hari terakhir yaitu 38.644 per hari.
Adapun, konfirmasi kasus positif pada 13 juli sebanyak 47.899, hal ini seiring kenaikan jumlah tes dan adanya perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan. Yakni sudah diberlakukannya verifikasi secara otomatis langsung dari laboratorium pemeriksa yang menghilangkan proses verifikasi berjenjang sehingga pelaporan lebih transparan dan tepat waktu.
Walaupun terjadi kenaikan kasus, namun angka positivity rate cenderung stabil. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan testing dimana target yang harus dicapai adalah 324.387 orang dites per hari.
“Peningkatan kasus yang masih terjadi, dikarenakan masih besarnya penularan yang terjadi di masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2021 tentang Penetapan PPKM Darurat Jawa-Bali menetapkan target testing tiap kabupaten/kota. Untuk positivity rate <5 persen rasio tes minimal 1 per 1000 penduduk per minggu, 5-<15 persen rasio tes minimal 5 per 1000 penduduk per minggu, 15-<25 persen rasio tes minimal 10 per 1000 penduduk per minggu, sedangkan untuk positivity rate 25 persen atau lebih rasio tes minimal 15 per 1000 penduduk per minggu.
“Jumlah testing yang dilakukan terus bertambah di seluruh provinsi di Jawa Bali,” katanya.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hingga 13 Juli 2021, kumulatif kasus nasional yaitu, 2.615.529, dan kumulatif meninggal 68.219. Rata-rata kenaikan kasus 7 hari terakhir yaitu 38.644 per hari.
Adapun, konfirmasi kasus positif pada 13 juli sebanyak 47.899, hal ini seiring kenaikan jumlah tes dan adanya perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan. Yakni sudah diberlakukannya verifikasi secara otomatis langsung dari laboratorium pemeriksa yang menghilangkan proses verifikasi berjenjang sehingga pelaporan lebih transparan dan tepat waktu.
Walaupun terjadi kenaikan kasus, namun angka positivity rate cenderung stabil. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan testing dimana target yang harus dicapai adalah 324.387 orang dites per hari.
“Peningkatan kasus yang masih terjadi, dikarenakan masih besarnya penularan yang terjadi di masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2021 tentang Penetapan PPKM Darurat Jawa-Bali menetapkan target testing tiap kabupaten/kota. Untuk positivity rate <5 persen rasio tes minimal 1 per 1000 penduduk per minggu, 5-<15 persen rasio tes minimal 5 per 1000 penduduk per minggu, 15-<25 persen rasio tes minimal 10 per 1000 penduduk per minggu, sedangkan untuk positivity rate 25 persen atau lebih rasio tes minimal 15 per 1000 penduduk per minggu.
“Jumlah testing yang dilakukan terus bertambah di seluruh provinsi di Jawa Bali,” katanya.
Lihat Juga :