PPKM Darurat : Pemerintah Terus Tingkatkan Jumlah Tes Harian
Kamis, 15 Juli 2021 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, dalam 10 hari terakhir, jumlah orang yang dites di Pulau Jawa dan Bali, baik dengan PCR maupun antigen, bertambah sekitar 2.300 orang per hari. Lebih dari setengah pertambahan harian ini dilaporkan dari Jawa Timur (+807 tes per hari), dan DKI Jakarta (+634 tes per hari). Namun, baru DKI Jakarta yang mencapai target jumlah tes harian.
Dengan kecepatan pertambahan tes yang diamati dalam 10 hari terakhir, diperlukan waktu dua minggu untuk DI Yogyakarta untuk mencapai target, satu bulan untuk Bali, dua bulan untuk Jawa Timur, dan tiga bulan atau lebih untuk provinsi-provinsi lainnya. Peningkatan jumlah tes masih perlu dipercepat.
Capaian rata-rata testing 124 kabupaten/kota PPKM Darurat 3-13 juli sebesar 33,61 persen. Hanya 11 kabupaten/kota di atas 90 persen, dan 15 kabupaten/kota 50-90 persen, sisanya di bawah 50 persen,” ungkapnya.
“Adapun capaian tracing kontak erat/telusur masih jauh dibawah target, yaitu 15 kontak untuk setiap kasus terkonfirmasi. Sehingga upaya tracing perlu ditingkatkan dan dilaporkan,” ucapnya.
Pengukuran Tingkat Situasi Pandemi
Selanjutnya, Nadia juga menyampaikan kembali tentang pengukuran tingkat situasi pandemi yang menjadi dasar PPKM Darurat. Menurutnya, hal tersebut disusun berdasarkan indikator penyesuaian upaya-upaya kesehatan masyarakat dan upaya-upaya sosial dalam penanggulangan pandemi yang diadaptasi dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Situasi pandemi terbagi dalam lima tingkat mulai dari nol sampai empat, yang menggambarkan kecukupan kapasitas respon sistem kesehatan, seperti kapasitas testing, tracing dan treatment relatif terhadap transmisi penularan virus di wilayah tersebut.
Dia memaparkan, untuk menentukan level situasi suatu wilayah, ada dua hal yang dibandingkan, yakni level transmisi penularan dengan kapasitas respons sistem kesehatan di wilayah tersebut. Dalam penentuan tingkat transmisi komunitas, Kemenkes menggunakan tiga indikator utama: jumlah kasus, jumlah kasus rawat, dan jumlah kematian Covid-19 yang dihitung per 100.000 penduduk per minggu.
Dengan kecepatan pertambahan tes yang diamati dalam 10 hari terakhir, diperlukan waktu dua minggu untuk DI Yogyakarta untuk mencapai target, satu bulan untuk Bali, dua bulan untuk Jawa Timur, dan tiga bulan atau lebih untuk provinsi-provinsi lainnya. Peningkatan jumlah tes masih perlu dipercepat.
Capaian rata-rata testing 124 kabupaten/kota PPKM Darurat 3-13 juli sebesar 33,61 persen. Hanya 11 kabupaten/kota di atas 90 persen, dan 15 kabupaten/kota 50-90 persen, sisanya di bawah 50 persen,” ungkapnya.
“Adapun capaian tracing kontak erat/telusur masih jauh dibawah target, yaitu 15 kontak untuk setiap kasus terkonfirmasi. Sehingga upaya tracing perlu ditingkatkan dan dilaporkan,” ucapnya.
Pengukuran Tingkat Situasi Pandemi
Selanjutnya, Nadia juga menyampaikan kembali tentang pengukuran tingkat situasi pandemi yang menjadi dasar PPKM Darurat. Menurutnya, hal tersebut disusun berdasarkan indikator penyesuaian upaya-upaya kesehatan masyarakat dan upaya-upaya sosial dalam penanggulangan pandemi yang diadaptasi dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Situasi pandemi terbagi dalam lima tingkat mulai dari nol sampai empat, yang menggambarkan kecukupan kapasitas respon sistem kesehatan, seperti kapasitas testing, tracing dan treatment relatif terhadap transmisi penularan virus di wilayah tersebut.
Dia memaparkan, untuk menentukan level situasi suatu wilayah, ada dua hal yang dibandingkan, yakni level transmisi penularan dengan kapasitas respons sistem kesehatan di wilayah tersebut. Dalam penentuan tingkat transmisi komunitas, Kemenkes menggunakan tiga indikator utama: jumlah kasus, jumlah kasus rawat, dan jumlah kematian Covid-19 yang dihitung per 100.000 penduduk per minggu.
Lihat Juga :