Risma Dianggap Menghina Papua, Anak Buah Buat Klarifikasi

Rabu, 14 Juli 2021 - 17:04 WIB
loading...
Risma Dianggap Menghina...
Pernyataan Mensos Tri Rismaharini disebut anak buahnya sebagai bentuk perhatian terhadap jajaran Kemensos dan Papua. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Raden Harry Hikmat membuat klarifikasi atas heboh pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang mengancam salah satu ASN di Balai Wyata Guna, Bandung, untuk dipindahkan ke Papua. Lewat pernyataan tertulis, Harry mengataka bahwa ucapan isma dimaksudkan agar ASN mampu keluar dari zona nyaman dan fokus melayani masyarakat di masa pandemi ini.

“Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataan akan dipindahkan ke Papua, tempat yang paling jauh (dari Bandung) tapi masih di Indonesia. Seluruh pegawai harus mampu keluar dari zona nyaman, meninggalkan keluarga dan kenyamanan rutinitas yang dialami sehari-hari, untuk berperan mengatasi masalah sosial dari Aceh sampai Papua,”ujar Harry Hikmat dikutip dalam rilis Kemensos, Rabu,(14/07/2021).

Baca juga: Risma Ancam Pindahkan ASN ke Papua Timbulkan Sentimen Negatif, Elektabilitasnya Bisa Turun

Sejumlah tokoh menyayangkan ucapan Risma yang dianggap menghina Papua, bahkan rasis terhadap masyarakat di pulau paling timur Indonesia tersebut. Sebab "pergi ke Papua" yang diucapkan Risma dalam konteks menghukum, disampaikan dengan nada marah.

Tetapi Harry membantah bahwa Risma telah menghina. Menurut dia, "pergi ke Papua" disampaikan Risma sebagai perhatian untuk seluruh jajaran Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Bahkan dalam situasi tanggap darurat, pemberdayaan sosial dan penanganan pasca-bencana dilakukan Kemensos di beberapa wilayah di Papua.

“Pasca banjir bandang awal tahun 2021 misalnya, hingga saat ini kami terus mendorong bangkitnya perekonomian masyarakat melalui penyediaan perahu long-boat, fasilitasi koperasi untuk membuka kios sembako, dan beragam kegiatan pengolahan hasil pertanian. Kami berharap jajaran kami dapat terjun langsung ke daerah-daerah di Papua pasca-PPKM Darurat ini,”imbuh Harry.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Kritik dalam Film Pesta...
Kritik dalam Film Pesta Babi Jadi Bahan Evaluasi Pembangunan di Papua
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Jokowi Janji Bawa Ijazah Asli ke Persidangan
Datangi Polda Metro,...
Datangi Polda Metro, Farhat Abbas Ingin Lihat Langsung Roy Suryo Pakai Rompi Tahanan
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved