PKS Nilai Perhatian Pemerintah Terhadap Riset Vaksin Merah Putih Minim
Selasa, 13 Juli 2021 - 14:29 WIB
loading...
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto menilai perhatian pemerintah dalam riset vaksin Merah Putih sangat minim. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Mulyanto menilai perhatian pemerintah dalam riset vaksin Merah Putih sangat minim. Mulyanto yang juga sebagai anggota Komisi VII DPR RI ini mengatakan bahwa anggaran untuk riset vaksin di LBM Eijkman yang disiapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saja tidak lebih dari Rp10 Miliar.
"Ini sungguh miris dan jauh dari memadai, apalagi kalau dibandingkan dengan dana yang disiapkan untuk mengimpor vaksin yang ratusan triliun," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (13/7/2021).
Menurut Mulyanto, pemerintah seharusnya mengalokasikan dana riset yang cukup, termasuk dukungan infrastruktur pada mitra BUMN yang akan memproduksi, agar vaksin Merah Putih ini dapat diproduksi lebih cepat. "Kalau riset vaksin Merah Putih berjalan seperti ini, sampai kapan vaksin tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat. Utang kita juga keburu habis untuk membeli vaksin impor," ujarnya. Baca juga: Soal Vaksin Berbayar, Ini Penjelasan Menkes dalam Raker dengan Komisi IX DPR
Maka itu, Mulyanto mengecam pemerintah yang dianggap tidak serius mendorong riset vaksin Merah Putih sebagai vaksin produk dalam negeri. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Konsorsium Riset Covid-19 terungkap bahwa target produksi Vaksin Merah Putih, yang dimotori Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, mundur dari jadwal. Baca juga: Menkes Ungkap Varian Delta Sudah Mulai Menyebar ke Luar Pulau Jawa
Semula diperkirakan vaksin Merah Putih dapat diproduksi massal pada awal tahun 2022. Namun, karena ada masalah teknis akhirnya diprediksi mundur menjadi September 2022.
"Ini sungguh miris dan jauh dari memadai, apalagi kalau dibandingkan dengan dana yang disiapkan untuk mengimpor vaksin yang ratusan triliun," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (13/7/2021).
Menurut Mulyanto, pemerintah seharusnya mengalokasikan dana riset yang cukup, termasuk dukungan infrastruktur pada mitra BUMN yang akan memproduksi, agar vaksin Merah Putih ini dapat diproduksi lebih cepat. "Kalau riset vaksin Merah Putih berjalan seperti ini, sampai kapan vaksin tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat. Utang kita juga keburu habis untuk membeli vaksin impor," ujarnya. Baca juga: Soal Vaksin Berbayar, Ini Penjelasan Menkes dalam Raker dengan Komisi IX DPR
Maka itu, Mulyanto mengecam pemerintah yang dianggap tidak serius mendorong riset vaksin Merah Putih sebagai vaksin produk dalam negeri. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Konsorsium Riset Covid-19 terungkap bahwa target produksi Vaksin Merah Putih, yang dimotori Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, mundur dari jadwal. Baca juga: Menkes Ungkap Varian Delta Sudah Mulai Menyebar ke Luar Pulau Jawa
Semula diperkirakan vaksin Merah Putih dapat diproduksi massal pada awal tahun 2022. Namun, karena ada masalah teknis akhirnya diprediksi mundur menjadi September 2022.
Lihat Juga :