Satgas Harus Beri Informasi Jelas dan Jamin Ketersediaan Obat Covid-19
Jum'at, 09 Juli 2021 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengantisipasi kasus Covid-19 yang terus melonjak, dia meminta pemerintah mengerahkan seluruh aparatur sipil Negara (ASN) yang jumlahnya lebih dari 4 juta orang untuk melayani masyarakat. Jangan hanya pemimpinnya saja yang melakukan pencitraan, tetapi seluruh ASN harus dilibatkan karena kondisi saat ini sudah darurat.
"Seluruh ASN harus dilibatkan untuk melakukan pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat serta menegakkan protokol kesehatan secara terus menerus. Berdayakan Puskesmas di seluruh Indonesia semaksimal mungkin, jangan ditutup tetapi harus aktif melakukan tracking dan tracing, memonitor kasus Covid-19 di wilayahnya," ujarnya.
Bambang Haryo juga mengingatkan pemerintah agar mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan untuk mengantisipasi bencana non-alam, seperti Covid-19 ini di masa mendatang. "Tenaga kesehatan kita kurang untuk mengantisipasi darurat Covid-19 seperti sekarang. Jumlah dokter di Indonesia diperkirakan hanya 1:5.000 jumlah penduduk, terendah di Asia Tenggara bahkan di bawah Timor Leste, sehingga banyak daerah kekurangan dokter. Begitu juga SDM untuk perawat dan nakes lainnya," paparnya.
Menurut dia, pendidikan kedokteran di Indonesia terkesan dipersulit dan mahal sehingga masyarakat kurang berminat. Biaya pendidikan kedokteran hingga selesai diperkirakan lebih dari Rp1 miliar, padahal Indonesia membutuhkan 5 kali dari jumlah dokter saat ini. "Banyak yang berminat pendidikan kedokteran tetapi biayanya mahal. Pemerintah harus bantu dan permudah untuk mengantisipasi bencana kesehatan di masa mendatang."
"Seluruh ASN harus dilibatkan untuk melakukan pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat serta menegakkan protokol kesehatan secara terus menerus. Berdayakan Puskesmas di seluruh Indonesia semaksimal mungkin, jangan ditutup tetapi harus aktif melakukan tracking dan tracing, memonitor kasus Covid-19 di wilayahnya," ujarnya.
Bambang Haryo juga mengingatkan pemerintah agar mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan untuk mengantisipasi bencana non-alam, seperti Covid-19 ini di masa mendatang. "Tenaga kesehatan kita kurang untuk mengantisipasi darurat Covid-19 seperti sekarang. Jumlah dokter di Indonesia diperkirakan hanya 1:5.000 jumlah penduduk, terendah di Asia Tenggara bahkan di bawah Timor Leste, sehingga banyak daerah kekurangan dokter. Begitu juga SDM untuk perawat dan nakes lainnya," paparnya.
Menurut dia, pendidikan kedokteran di Indonesia terkesan dipersulit dan mahal sehingga masyarakat kurang berminat. Biaya pendidikan kedokteran hingga selesai diperkirakan lebih dari Rp1 miliar, padahal Indonesia membutuhkan 5 kali dari jumlah dokter saat ini. "Banyak yang berminat pendidikan kedokteran tetapi biayanya mahal. Pemerintah harus bantu dan permudah untuk mengantisipasi bencana kesehatan di masa mendatang."
(zik)
Lihat Juga :