Boni Hargens: Hasil Kajian LPI, Kepala BIN Miliki Kinerja Terbaik

Kamis, 08 Juli 2021 - 20:26 WIB
loading...
A A A
“Dari survei kualitatif itu, didapati keterangan dan informasi bahwa banyak program dan kegiatan yang dijalankan BIN dalam menangani pandemi Covid-19 yang barangkali tidak banyak orang tahu. Kerja sama dengan berbagai pihak eksternal dalam menyediakan rapid test gratis untuk masyarakat, ketersediaan mobil keliling di sejumlah kota besar untuk memberikan layanan tes gratis bagi masyarakat, pengadaan posko bantuan di berbagai kota, dan berbagai kegiatan lain yang sangat krusial dan efektif untuk menekan potensi keterpaparan warga dari virus Corona,” terang Boni. Baca juga: Jadi Ancaman Keamanan Nasional, BIN Waspadai Penggunaan Medsos

Termasuk, stabilitas keamanan di daerah rawan konflik, semisal di Papua hingga kasus terorisme di Makassar. “Para pakar dari berbagai latar yang kami wawancarai mendalam, menyebutkan bahwa di hampir semua indikator kinerja, Kepala BIN, Pak BG sangat optimal untuk menciptakan stabilitas keamanan di daerah rawan konflik, utamanya konflik bersenjata. Dari informasi mereka itu kami mendapati bahwa tipikal Pak BG itu kerja senyap, tapi tuntas. Bukan hanya masalah Papua tetapi pasca-Pilpres hingga pelantikan Presiden yang aman dan damai kemarin karena tangan dingin Budi Gunawan,” sambung Boni.

Dari hasil survei itu, LPI berkesimpulan, BIN di bawah kepemimpinan BG berperan signifikan dalam menciptakan situasi negara aman dan damai. “Selain itu hubungan BG yang baik dengan institusi lain seperti Polri dan TNI dinilai bermanfaat dalam kolaborasi antarinstitusi negara untuk menciptakan situasi yang aman. Meskipun jarang terekspos, itulah ciri khas intelijen, bekerja dalam senyap, namun berhasil tuntas. Fungsi kolaborasi, koordinasi, kebijakan, langkah serta daya tanggap dan bahkan di hampir semua indikator yang kami kategorikan itu rating Pak BG berada di skor tertinggi,” tutur Boni.

Sebagai penutup, ia menjelaskan, bahwa metodologi studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dikuantifikasikan dalam rangka menyederhanakan realitas kinerja kabinet yang kompleks. “Tentu saja tidak ada kajian sempurna untuk menangkap betapa kompleksnya persoalan kinerja institusi negara. Namun, LPI berusaha melakukan analisis kualitatif dengan ramuan metode kuantitatif sederhana sebagaimana diterapkan oleh lembaga watchdog internasional seperti Freedom House di Washington, Amerika Serikat, dalam mengukur peta kebebasan demokratik di dunia,” pungkas Boni.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Berita Terkini
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved