Jadi Ancaman Keamanan Nasional, BIN Waspadai Penggunaan Medsos

loading...
Jadi Ancaman Keamanan Nasional, BIN Waspadai Penggunaan Medsos
Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai penggunaan medsos yang digunakan untuk memecah belah bangsa. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai penggunaan media sosial (medsos) yang digunakan untuk memecah belah bangsa dan menciptakan ketidakstabilan nasional.

Baca juga: Usai Viral di Medsos, Restoran Abal-abal di Surabaya Tutup Total

Hal tersebut ia sampaikan saat pelaksanaan webminar secara daring yang diadakan Persatuan Alumni GMNI, Selasa (15/6/2021) mengangkat tema Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional: Strategi, Kebijakan dan Pembangunan Yang Sesuai Dengan Karakter Bangsa.

Baca juga: Pengguna Internet Capai 202 Juta, Pemerintah Didorong Buat Medsos Lokal



"Keamanan dan pertahanan suatu negara amat penting, untuk itu peran dari intelejen amat menentukan keselamatan negara, baik dari dalam dan luar negeri," ujar Wawan Hari Purwanto.

Baca juga: Hari Media Sosial, Facebook Rilis Panduan Anti-Ribet Bermedsos

Dikatakannya BIN menjadi lini pertama dalam sistem keamanan nasional, dengan menghadirkan informasi intelejen secara cepat, tepat, dan akurat.

"Yang akan disampaikan ke Presiden dan publik. Tentu publik tidak ingin kebijakan itu keliru. Informasi harus akurat agar dalam pengambilan kebijakan tidak berakibat fatal," tambah Wawan Hari Purwanto.

BIN dikatakannya memiliki peran deteksi dan peringatan dini dalam pencegahan dan penanggulangan berbagai ancaman yang menganggu keamanan nasional.

"Perlu diwaspadai konflik SARA sentimen keagamaan yang disebarkan di media sosial, rasisme terhadap etnis tertentu di media sosial, serta ekspos terhadap separatisme Papua, Syiah Sunni," ungkapnya.



Kata Wawan Hari Purwanto, radikalisme di media sosial menyasar pada generasi muda. Dari data BNPT, 85% generasi milenial rentan terpapar radikalisme. Ditambah dengan serangan cyber di tengah masifnya dunia internet.

"BIN melakukan pendeteksian terhadap penggiringan opini publik di media sosial. Kita melakukan operasi intelijen, dan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk sistem penguatan," tandasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top