Kasus baru Terus Naik, Kemenkes Harus Aktifkan Lagi Taskforce Covid 19

Minggu, 04 Juli 2021 - 20:43 WIB
loading...
Kasus baru Terus Naik,...
Kemenkes sebaiknya mengaktifkan kembali taskforce Covid-19 untuk merespons terus meningkatnya kasus baru dan angka kematian karena virus Corona. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebaiknya mengaktifkan kembali taskforce Covid-19 untuk merespons terus meningkatnya kasus baru dan angka kematian karena virus Corona.

“Keputusan Presiden memberlakukan PKKM Darurat antara lain harus dijawab dengan pengambilan keputusan yang cepat di lapangan. Itulah urgensi diaktifkannya kembali tarskforce Covid 19 Kemenkes ,” kata mantan Tenaga Ahli Menkes Terawan Agus Putranto, Andi, di Jakarta, Minggu (4/7/2021).

Andi menyebut terus naiknya kasus baru Covid 19 belakangan ini sebagai kondisi yang sangat mengkhawatirkan. “ Kita tahu sudah banyak pasien yang tak tertangani. Bahkan banyak yang meninggal sebelum mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya. Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Oksigen untuk Kebutuhan Pasien Covid-19

Jumlah kasus baru dan kematian akibat Covid di Indonesia belakangan ini berturut–turut memecahkan rekor. Dalam 24 jam terkahir, sampai Minggu (4/7) siang, kembali pecah rekor dengan total kasus baru sebanyak 27.233 dan 555 orang meninggal dunia.

Andi menuturkan, takforce Covid-19 Kemenkes diterjunkan ke daerah terutama ke wilayah yang harus mendapat perhatian khusus terkait kasus baru dan angka kematian akibat virus corona. Kehadiran mereka untuk memastikan setiap pasien Covid-19 tertangani dengan baik. “Mereka bekerja sama dengan unit kerja Kemenkes daerah dan pihak pihak terkait sehingga penanganan pasien Covid-19 terarah dan terukur,” ujarnya. Baca juga: Masih Tinggi, Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini Bertambah 27.233 Kasus

Dia menambahkan mereka yang bergerak ke daerah adalah orang-orang yang bisa mengambil keputusan. Seperti eselon tiga atau minimal eselo empat, sehingga apa yang diperlukan di daerah bisa dieksekusi dengan cepat. “Mereka dikordinatori oleh para eselon satu dan dipantau langsung oleh Menteri Kesehatan, karena masalah dilapangan bisa berkembang dalam waktu yang sangat cepat,” katanya.

Dalam kondisi darurat seperti sekarang, tambah Andi, perkembangan di daerah tak cukup hanya dipantau melalui rapat virtual. Kalau perlu di daerah yang jumlah kasus Covid-19 nya tinggi, tim taskforce dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan.

“Intinya kan pembagian tugas. Tim Satgas Covid-19 di bawah komando BNPB danTNI - Polri fokus ke pencegahan, yaitu pendisiplinan protokol kesehatan. Sedangkan Kemenkes fokus ke penanganan pasien. Bagaimana menekan angka kematian, yang berhubungan erat dengan fasyankes” ujar dia.

Menurut Andi , di era Menkes Terawan dulu, keberadaan taskforce Covid-19 berhasil meredam berbagai persoalan terkait penanganan pasien yang terinfeksi virus Corona.

Terkait pemberlakuan PPKM Darurat, tambah Andi, Satgas COVID 19 tingkat RT/RW harus aktif berkolaborasi dengan pihak Babinkamtibmas dan Babinsa dalam pendisiplinan protokol kesehatan. “Selain itu juga berkoordinasi dengan Puskesmas. Terutama terkait pendampingan pasien yang melakukan isolasi mandiri. Karena banyak pasien yang meninggal karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Rekomendasi
Cara Mengatasi Morning...
Cara Mengatasi Morning Sickness agar Ibu Hamil Tetap Terpenuhi Nutrisinya
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Berita Terkini
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Infografis
Cara Efektif Mencegah...
Cara Efektif Mencegah Kolesterol Naik setelah Pesta Tahun Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved