Pemerintah Buka Opsi Impor Oksigen untuk Kebutuhan Pasien Covid-19

Minggu, 04 Juli 2021 - 19:46 WIB
loading...
Pemerintah Buka Opsi...
Pemerintah membuka opsi impor oksigen untuk memenuhi kebutuhan pasien Covid-19 di Tanah Air. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pasokan oksigen di beberapa wilayah terus menipis karena melonjaknya pasien Covid-19. Terkait hal itu, pemerintah berencana melakukan impor guna memenuhi kebutuhan oksigen.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinvest) Jodi Mahardi mengatakan pemerintah terus berusaha mencari pasokan oksigen untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Baca juga: Duh, 63 Pasien Meninggal Akibat Kelangkaan Oksigen, PKS Desak Menkes Cek Lapangan

Bahkan Jodi menyebut pemerintah membuka opsi untuk mengimpor oksigen “Kita menyadari ketersediaan oksigen terbatas maka dari itu pemerintah akan terus mengusahakan dan mencari jumlah oksigen secara maksimal dengan berbagai cara. Baik di industri lokal maupun menyiapkan opsi impor oksigen. Saat ini keselamatan rakyat adalah hukum utama,” ungkapnya dalam konferensi persnya, Minggu (4/7/2021). Baca juga: Oksigen dan Obat Langka, MUI: Pemerintah Wajib Ambil Langkah Darurat

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak menimbun oksigen jika tidak membutuhkannya. Dia menegaskan bahwa oksigen diperuntukkan bagi yang membutuhkan. “Bagi masyarakat umum yang tidak menghadapi situasi kritis merawat pasien Covid-19, jangan menimbun oksigen. Kita prioritaskan untuk menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita saat ini,” ungkapnya. Baca juga: PAN Desak Pemerintah Serius Atasi Kelangkaan Oksigen

Lebih lanjut dia mengimbau masyarakat untuk mendapatkan panduan praktis pertolongan pertama pada pasien yang kadar oksigen pada oxymeternya di bawah 90. “Dari kemenkes, dari para dokter dan perawat yang kita kenal atau lewat telemedis atau berbagai konten edukatif di bermacam saluran medsos. Pelajari dan praktikkan agar kita dapat segera mendapatkan pertolongan awal,” pungkasnya. Dita angga
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Partai Perindo Minta Pemerintah Gencarkan Vaksin dan Prokes
Jokowi: Indonesia Salah...
Jokowi: Indonesia Salah Satu Negara Terbaik Atasi Covid-19 dan Dampak Ekonominya
Ahli Epidemiologi Lihat...
Ahli Epidemiologi Lihat Indonesia Sudah Siap Akhiri Darurat Covid-19
Update Covid-19 di Indonesia...
Update Covid-19 di Indonesia Bertambah 215 Kasus, Meninggal 3 Orang
Update Covid-19 di Indonesia,...
Update Covid-19 di Indonesia, Bertambah 212 Kasus, Meninggal 2 Orang
Menkes-WHO Bahas Status...
Menkes-WHO Bahas Status Endemi Covid-19 Indonesia pada Mei 2023
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Ini Penyebab Kasus Covid-19...
Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Salah Satunya Mutasi Virus
Kasus Covid-19 di Jakarta...
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah Jadi 365, 44 Dirawat Rumah Sakit
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
Ukraina Buka Pintu untuk...
Ukraina Buka Pintu untuk Tentara NATO, Picu Perang Dunia III?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved