Hindari Pemalsuan, Menkes Dorong Digitalisasi Sertifikat Vaksinasi dan Hasil PCR
Minggu, 04 Juli 2021 - 20:04 WIB
loading...
Menkes Budi Gunadi Sadikin mendorong digitalisasi sertifikat vaksinasi. Foto/Carlos Roy Fajarta
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah mengupayakan digitalisasi sertifikat vaksinasi Covid-19 dan hasil swab PCR test khususnya untuk penumpang udara.
Hal tersebut disampaikan Menkes saat melaksanakan keterangan pers secara daring, Minggu (4/7/2021). "Kita mendapatkan masukan proses disederhanakan secara digital agar tidak ada pemalsuan. Yang sifatnya kertas banyak pemalsuan, termasuk PCR dan sertifikat vaksinasi," ujar Budi Gunadi Sadikin. Baca juga: Jadi Syarat Utama, Marak Jasa Online Pembuatan Sertifikat Vaksinasi
Menurut dia, Operator Bandara Angkasa Pura II melakukan pilot projects 5-12 Juli, tujuan Jakarta - Bali dimana pemeriksaan sertifikasi PCR bisa secara digital. "Dicek secara sistem dengan aplikasi peduli lindungi. Ada 743 lab hasil PCR sudah terkoneksi di Kementerian Kesehatan," ungkap Budi Gunadi Sadikin. Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Oksigen untuk Kebutuhan Pasien Covid-19
Lebih lanjut Kementerian Kesehatan RI berupaya melakukan integrasi aplikasi Covid-19 dengan vaksinasi di Peduli Lindungi. Sehingga dengan sistem Digitalisasi Penanganan Covid-19 diharapkan dapat membuat data Covid-19 lebih akurat dan aman.
Hal tersebut disampaikan Menkes saat melaksanakan keterangan pers secara daring, Minggu (4/7/2021). "Kita mendapatkan masukan proses disederhanakan secara digital agar tidak ada pemalsuan. Yang sifatnya kertas banyak pemalsuan, termasuk PCR dan sertifikat vaksinasi," ujar Budi Gunadi Sadikin. Baca juga: Jadi Syarat Utama, Marak Jasa Online Pembuatan Sertifikat Vaksinasi
Menurut dia, Operator Bandara Angkasa Pura II melakukan pilot projects 5-12 Juli, tujuan Jakarta - Bali dimana pemeriksaan sertifikasi PCR bisa secara digital. "Dicek secara sistem dengan aplikasi peduli lindungi. Ada 743 lab hasil PCR sudah terkoneksi di Kementerian Kesehatan," ungkap Budi Gunadi Sadikin. Baca juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Oksigen untuk Kebutuhan Pasien Covid-19
Lebih lanjut Kementerian Kesehatan RI berupaya melakukan integrasi aplikasi Covid-19 dengan vaksinasi di Peduli Lindungi. Sehingga dengan sistem Digitalisasi Penanganan Covid-19 diharapkan dapat membuat data Covid-19 lebih akurat dan aman.
(cip)
Lihat Juga :