Kekhawatiran itu!

Kamis, 01 Juli 2021 - 06:40 WIB
loading...
A A A
Situasi itu sesungguhnya menjadi karakter utama dunia kapitalisme. Bahwa hidup ini segalanya adalah fisikal atau material. Pandangan atau wawasan hidup yang demikian dikenal sebagai paham “materialisme”. Paham ini sejujurnya telah diadopsi tanda disadari sebagai agama bagi dunia Barat saat ini.

Kekhawatiran, bahkan realitanya ancaman masa depan generasi inilah yang mengharuskan komunitas Muslim di Amerika mencari alternatif-alternatif, atau meminjam istilah para missionary, salvation (penyelamatan). Jika tidak, maka masa depan keislaman generasi Muslim di Amerika menjadi semakin terancam.

Komunitas Muslim Indonesia

Masyarakat Muslim Indonesia di Amerika tentu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Komunitas Muslim Amerika secara umum. Manis pahitnya hidup Komunitas Muslim di US menjadi bagian dari manis pahitnya kehidupan warga Muslim Indonesia di negara ini. Istilah Muslim Amerika atau Muslim Indonesia Amerika (Indosian American Muslim) juga mencakup mereka yang telah ganti paspor dan mereka yang tetap memegang paspor hijau. Semuanya menghadapi ancaman yang sama.

Namun saya ingin “brutally honest” (sejujur jujurnya) pada poin ini. Bahwa jika dibandingkan dengan masyarakat Muslim lainnya, khususnya mereka yang dari Asia Selatan atau yang biasa dikenal dengan IPB atau India Pakistan Bangladesh, Komunitas Muslim Indonesia mengalami “fragility” (fragilitas) yang lebih tinggi. Artinya kemungkinan bagi anak-anak atau generasi Muslim Indonesia kehilangan identitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Komunitas Muslim lainnya.

Tentu terlalu banyak faktor yang dapat disebutkan. Selain memang secara umum karena lingkungan sekitar. Tapi terutama karena kurangnya kepedulian orang tua terhadap agama, termasuk terhadap pendidikan agama anak-anak.

Tentu hal itu juga disebabkan karena pada galibnya kehadiran warga Indonesia di US, termasuk warga Muslim, berwawasan keduniaan. Artinya mereka berpindah ke Amerika baik secara permanen atau temporary karena tujuan dunia. Sehingga agama menjadi sesuatu yang overlooked (terlewatkan atau tidak diperhatikan).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved