Penjelasan BMKG Terkait Udara Panas Beberapa Hari Terakhir
Selasa, 26 Mei 2020 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, fenomena udara gerah sebenarnya adalah fenomena biasa pada saat memasuki musim kemarau. Di kawasan Jabodetabek, berdasarkan data historis, periode April-Mei memang memiliki statistik suhu udara yang cukup tinggi selain periode Oktober-Nopember.
Di Jakarta, misalnya, suhu udara maksimum pada musim kemarau umumnya berada pada rentang 32-36°C. Udara panas gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan.
"Karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari," terang dia.
Hingga pertengahan Mei 2020, perkembangan musim kemarau menunjukkan sebanyak 35% wilayah Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau. Wilayah itu antara lain, NTT, NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, Jawa Tengah bagian utara dan timur, Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, serta sebagian daerah Papua dan Maluku.
"Masyarakat dihimbau tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi. Tetap menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit. Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan, termasuk memakai tabir surya sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih dan lebih banyak berdiam dirumah pada saat pemberlakuan PSBB," saran Herizal.
Di Jakarta, misalnya, suhu udara maksimum pada musim kemarau umumnya berada pada rentang 32-36°C. Udara panas gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan.
"Karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari," terang dia.
Hingga pertengahan Mei 2020, perkembangan musim kemarau menunjukkan sebanyak 35% wilayah Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau. Wilayah itu antara lain, NTT, NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, Jawa Tengah bagian utara dan timur, Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, serta sebagian daerah Papua dan Maluku.
"Masyarakat dihimbau tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi. Tetap menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit. Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan, termasuk memakai tabir surya sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih dan lebih banyak berdiam dirumah pada saat pemberlakuan PSBB," saran Herizal.
(maf)
Lihat Juga :