PPP Ingatkan Pemerintah Jangan Kendor Perangi Narkoba di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 26 Juni 2021 - 13:43 WIB
loading...
PPP Ingatkan Pemerintah...
PPP gelar kampanye anti narkoba pada Hari Anti Narkoba Internasional, Sabtu, 26 Juni 2021. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengingatkan pemerintah terkait ancaman peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) yang masih sangat besar di tengah pandemi Covid-19 . Hal tersebut disampaikan Badan Otonom PPP saat menggelar kampanye anti narkoba pada Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada tanggal 26 Juni.

Ketua DPP PPP Bidang Kesehatan Atiek Heru berharap pemerintah di tengah keseriusan menanggulangi pandemi Covid-19 tetap keras dalam berperang melawan peredaran narkoba yang akan merusak masa depan bangsa. "Berdasarkan data, tercatat 24.878 orang ditangkap dari 19.229 kasus di Indonesia yang berhasil diungkap Polri sepanjang Januari hingga Juni 2021. Itu kasus yang terjadi di masa pandemi," ujarnya di Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

Dia menilai hal tersebut merupakan ancaman terbesar bagi generasi penerus bangsa Indonesia. "Oleh karena itu, pemerintah, BNN, dan Polri agar benar-benar mencegah maraknya peredaran narkoba," jelasnya.

Baca juga: INW Soroti Maraknya Peredaran Narkoba dan Teror Terhadap Wartawan di Sumut

Dia menambahkan, Polri juga mencatat, dalam enam bulan tersebut telah menyita barang bukti berupa ganja 2,14 ton, sabu 6,64 ton, heroin 73,4 gram, kokain 106,84 gram, tembakau gorila 34 ton, dan ekstasi 239.277 butir. Sebelumnya, Polres Jakarta Pusat dan Ditnarkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran sabu sejumlah 1,129 ton jaringan Timur Tengah.

"Jangan sampai di tengah kesibukan kita dalam memerangi Covid-19, malah lengah dengan ancaman lainnya yaitu perang melawan narkoba," tuturnya.

Baca juga: Banyak Ungkap Kasus Narkoba, HMI Apresiasi Kinerja Kapolri

Dia melanjutkan, karena jelas sekali narkoba sangat berbahaya dan bisa merusak generasi penerus bangsa yang akan menjadi tulang punggung dalam merawat persatuan untuk menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

"Padahal kita sudah mencanangkan untuk mencapai Indonesia Emas Tahun 2045 yang merupakan peluang bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang unggul dan diperhitungkan menjadi kekuatan besar dunia. Oleh karena itu, katakan 'Perang pada Narkoba', 'War On Drugs' demi ketahanan kesehatan nasional kita," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PPP Arwani Thomafi menjelaskan di Hari Peringatan Anti Narkoba Internasional ini PPP menggelar aksi secara serentak di seluruh Indonesia mengampanyekan untuk hidup sehat tanpa narkoba.

"Aksi ini merupakan ajakan kepada para pemuda-pemudi Indonesia bahwa kita tidak mungkin menjadi hebat jika bersentuhan dengan narkoba. Oleh karena itu, Di Hari Anti Narkotika Internasional ini kita mengusung slogan, 'Ayo Pemuda-pemudi Indonesia, Menjadi Hebat Tanpa Narkoba, untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045'," kata Arwani.

Arwani mengatakan, PPP memiliki organisasi badan otonom yang berisi para pemuda, yang juga saat ini bertugas menjadi teladan bagi genarasi Indonesia untuk menjauhi narkoba.

"Kader muda PPP di semua tingkatan harus menjadi pelopor untuk hebat dan menang tanpa narkoba. Di PPP ada organisasi Badan Otonom diantaranya Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), Angkatan Muda Ka'bah (AMK) dan Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) yang berisi para pemuda-pemuda hebat tanpa narkoba," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Rekomendasi
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved