AHY ke Kepala Daerah Demokrat: Tak Ada yang Lebih Bernilai daripada Nyawa
Jum'at, 25 Juni 2021 - 08:39 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pengarahan kepada seluruh kepala daerah yang merupakan kader Demokrat dari Jawa Timur melalui teleconference. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pengarahan kepada seluruh kepala daerah yang merupakan kader Demokrat dari Jawa Timur melalui teleconference pada Rabu 23 Juni 2021.
Dalam teleconference, AHY mendengarkan laporan langsung para kepala daerah, yang hampir semua daerah di Jatim mengalami peningkatan kasus dari status yang semula daerah oranye, kecuali Bangkalan yang masih merah. Sumber utamanya dari pendatang dan kegiatan keramaian seperti hajatan.
"Madiun, misalnya, yang selama 7 bulan pertama sempat terendah kasusnya, mengalami lonjakan kasus karena orang berbondong-bondong datang ke Madiun. Peningkatan kasus terjadi dalam skala yang berbeda-beda," kata AHY melalui keterangan yang disampaikan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat pada Kamis (24/6/2021) malam. Baca juga: Covid-19 Melonjak Tajam, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah Pusat dan Daerah
Kemudian, para kepala daerah juga menyampaikan strategi yang dilakukan untuk menanggulanginya adalah memperkuat fasilitas kesehatan (faskes), memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, terus jalankan vaksinasi dan berharap agar transparansi dan akurasi data lapangan di daerah tetap dijaga. "Tidak ada yang lebih bernilai daripada nyawa," tegas putra sulung Presiden RI ke-6 itu.
Untuk itu, AHY meminta para kader utama yang juga kepala daerah ini, melakukan lima hal berikut. Pertama, jalankan kepemimpinan efektif dalam menangani krisis Covid-19. Kedua, jalankan manajemen sumber daya yang tepat sasaran. "Alokasi yang proporsional terkait menyelamatkan jiwa dan kesehatan masyarakat; menyiapkan jaring pengaman sosial pada masyarakat miskin dan tidak mampu; dan memulihkan ekonomi daerah," terangnya. Baca juga: Covid-19 Melonjak, Pemerintah Pertebal Pengawasan Prokes Saat Idul Adha
Ketiga, sambung AHY, hadirkan pemerintahan dan birokrasi yang responsif dan melayani, terutama daam menjalankan kebijakan 3T dan vaksinasi secara masif. Keempat, bangun sinergi dan kolaborasi abtara pusat dan daerah; juga antar daerah karena pandemi ini bersifat lintas batas (borderless) dan indiskriminatif.
Dalam teleconference, AHY mendengarkan laporan langsung para kepala daerah, yang hampir semua daerah di Jatim mengalami peningkatan kasus dari status yang semula daerah oranye, kecuali Bangkalan yang masih merah. Sumber utamanya dari pendatang dan kegiatan keramaian seperti hajatan.
"Madiun, misalnya, yang selama 7 bulan pertama sempat terendah kasusnya, mengalami lonjakan kasus karena orang berbondong-bondong datang ke Madiun. Peningkatan kasus terjadi dalam skala yang berbeda-beda," kata AHY melalui keterangan yang disampaikan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat pada Kamis (24/6/2021) malam. Baca juga: Covid-19 Melonjak Tajam, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah Pusat dan Daerah
Kemudian, para kepala daerah juga menyampaikan strategi yang dilakukan untuk menanggulanginya adalah memperkuat fasilitas kesehatan (faskes), memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, terus jalankan vaksinasi dan berharap agar transparansi dan akurasi data lapangan di daerah tetap dijaga. "Tidak ada yang lebih bernilai daripada nyawa," tegas putra sulung Presiden RI ke-6 itu.
Untuk itu, AHY meminta para kader utama yang juga kepala daerah ini, melakukan lima hal berikut. Pertama, jalankan kepemimpinan efektif dalam menangani krisis Covid-19. Kedua, jalankan manajemen sumber daya yang tepat sasaran. "Alokasi yang proporsional terkait menyelamatkan jiwa dan kesehatan masyarakat; menyiapkan jaring pengaman sosial pada masyarakat miskin dan tidak mampu; dan memulihkan ekonomi daerah," terangnya. Baca juga: Covid-19 Melonjak, Pemerintah Pertebal Pengawasan Prokes Saat Idul Adha
Ketiga, sambung AHY, hadirkan pemerintahan dan birokrasi yang responsif dan melayani, terutama daam menjalankan kebijakan 3T dan vaksinasi secara masif. Keempat, bangun sinergi dan kolaborasi abtara pusat dan daerah; juga antar daerah karena pandemi ini bersifat lintas batas (borderless) dan indiskriminatif.
Lihat Juga :