Utang Makin Bengkak, Anwar Abbas Minta Pemerintah Tak Dianggap Enteng
Kamis, 24 Juni 2021 - 12:34 WIB
loading...
Anwar Abbas meminta pemerintah tidak menganggap enteng kekhawatiran BPK soal utang yang makin menumpuk. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Kekhawatiran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas membengkaknya utang pemerintah saat ini menyita perhatian banyak pihak, tak terkecuali Anwar Abbas. Ketua PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu meminta pemerintah benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan BPK.
"Adanya kekhawatiran BPK terhadap membengkaknya utang pemerintah saat ini tentu didasarkan kepada data dan perhitungan serta alasan-alasan yang bisa dipertanggung jawabkan," ujar Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Kamis (24/6/2021).
Baca juga: Utang Pemerintah Tembus Rp6.444 Triliun, Sri Mulyani: Ini Fase Pemulihan
Maka itu, Anwar menilai masalah itu tidak boleh dianggap enteng. Masalah itu, kata dia, harus menjadi concern atau perhatian semua. "Karena kalau Indonesia nanti ternyata memang tidak mampu membayar utang-utangnya, maka hal demikian tentu jelas akan menimbulkan dampak dan masalah besar bagi bangsa dan negeri ini," tuturnya.
Adapun dampak dan masalah besar yang pertama, kata dia, negara tidak lagi dipercaya oleh negara-negara lain di dunia, terutama oleh negara-negara maju. Kedua, kata dia, para investor tentu tidak lagi ada yang mau datang untuk berinvestasi di negara ini karena para investor bakal menganggap negara ini sudah tidak lagi baik dan aman untuk berinvestasi.
"Adanya kekhawatiran BPK terhadap membengkaknya utang pemerintah saat ini tentu didasarkan kepada data dan perhitungan serta alasan-alasan yang bisa dipertanggung jawabkan," ujar Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Kamis (24/6/2021).
Baca juga: Utang Pemerintah Tembus Rp6.444 Triliun, Sri Mulyani: Ini Fase Pemulihan
Maka itu, Anwar menilai masalah itu tidak boleh dianggap enteng. Masalah itu, kata dia, harus menjadi concern atau perhatian semua. "Karena kalau Indonesia nanti ternyata memang tidak mampu membayar utang-utangnya, maka hal demikian tentu jelas akan menimbulkan dampak dan masalah besar bagi bangsa dan negeri ini," tuturnya.
Adapun dampak dan masalah besar yang pertama, kata dia, negara tidak lagi dipercaya oleh negara-negara lain di dunia, terutama oleh negara-negara maju. Kedua, kata dia, para investor tentu tidak lagi ada yang mau datang untuk berinvestasi di negara ini karena para investor bakal menganggap negara ini sudah tidak lagi baik dan aman untuk berinvestasi.
Lihat Juga :