Anak Terpidana Mati Freddy Budiman Ungkap Detik-detik Kematian Ayahnya
Rabu, 23 Juni 2021 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
"Pah kenapa bisa sampai kaya begini pah?" tanya Fikri sambil menggambarkan wajah ayahnya yang hanya tersenyum.
"Udah jalan papah de. Ini sudah ditakdirkan sama Allah, Papah enggak mau ngelawan Allah lagi. Sudah biarin aja ini semua terjadi," ucap Fikri seraya menuturkan apa yang diucapkan Freddy Budiman saat itu.
"Pokoknya saat itu kita ikut kegiatan papah, ngaji, salat bareng, aku masih mijitin dia. Dia juga kasih ceramah ke kita untuk berharap agar anaknya jadi sukses, pebisnis yang sukses. Jadi hari itu pertama maksimal ketemu sampai jam 3-4 sore," tutur Fikri.
Pada saat itu Fikri mengatakan, dia bersama keluarga yang lainnya balik lagi nyebrang ke Cilacap untuk nginap di Hotel kembali. Di hari kedua, di mana eksekusi mati itu akan dilakukan. Fikri merasa mentalnya benar-benar jatuh dan hancur.
"Gue ngerasa kayak hancur, enggak ngerasa hidup. Enggak ngerasa ada di suatu kehidupan, seperti di dunia mimpi. Kenapa harus gue yang dipilih dari sekian banyaknya manusia di dunia ini untuk merasakan ini dan berharap ada mukjizat," ungkap Fikri.
"Jadi pas mau masuk hari kedua ini, kita udah tahu bahwa ayah kita ini besok enggak bisa ketemu lagi. Jadi hari terakhir kita. Gue enggak bisa menjelaskan lagi rasa yang dirasain itu," jelasnya.
Fikri menuturkan, pada hari terakhirnya itu Freddy Budiman meminta satu permintaan agar dia bisa tidur bersama anaknya di kamar, di dalam penjara.
"Tapi saat itu ditolak sama petugas. Sudah sempat didebatin saat itu. Enggak akan terganggu psikologisnya. 'Saya hanya minta waktu terakhir untuk tidur sama anak saya'. Tapi ditolak waktu itu,"
"Udah jalan papah de. Ini sudah ditakdirkan sama Allah, Papah enggak mau ngelawan Allah lagi. Sudah biarin aja ini semua terjadi," ucap Fikri seraya menuturkan apa yang diucapkan Freddy Budiman saat itu.
"Pokoknya saat itu kita ikut kegiatan papah, ngaji, salat bareng, aku masih mijitin dia. Dia juga kasih ceramah ke kita untuk berharap agar anaknya jadi sukses, pebisnis yang sukses. Jadi hari itu pertama maksimal ketemu sampai jam 3-4 sore," tutur Fikri.
Pada saat itu Fikri mengatakan, dia bersama keluarga yang lainnya balik lagi nyebrang ke Cilacap untuk nginap di Hotel kembali. Di hari kedua, di mana eksekusi mati itu akan dilakukan. Fikri merasa mentalnya benar-benar jatuh dan hancur.
"Gue ngerasa kayak hancur, enggak ngerasa hidup. Enggak ngerasa ada di suatu kehidupan, seperti di dunia mimpi. Kenapa harus gue yang dipilih dari sekian banyaknya manusia di dunia ini untuk merasakan ini dan berharap ada mukjizat," ungkap Fikri.
"Jadi pas mau masuk hari kedua ini, kita udah tahu bahwa ayah kita ini besok enggak bisa ketemu lagi. Jadi hari terakhir kita. Gue enggak bisa menjelaskan lagi rasa yang dirasain itu," jelasnya.
Fikri menuturkan, pada hari terakhirnya itu Freddy Budiman meminta satu permintaan agar dia bisa tidur bersama anaknya di kamar, di dalam penjara.
"Tapi saat itu ditolak sama petugas. Sudah sempat didebatin saat itu. Enggak akan terganggu psikologisnya. 'Saya hanya minta waktu terakhir untuk tidur sama anak saya'. Tapi ditolak waktu itu,"
Lihat Juga :