Fahri Hamzah kepada Jaksa KPK: Hentikan Sandiwara, Corona Lagi Marah!

loading...
Fahri Hamzah kepada Jaksa KPK: Hentikan Sandiwara, Corona Lagi Marah!
Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah. Foto/Instagram
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memberikan reaksi atas penyebutan namanya oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang perkara korupsi benih lobster di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa 15 Juni lalu.

Saat itu jaksa menunjukkan barang bukti elektronik yang isi percakapannya menyinggung nama Fahri Hamzah. Menanggapi itu, Fahri Hamzah membuat pernyataan terbuka di akun Instagramnya.

"Dear Jaksa @official.kpk Sebagai konsekwensi penyebutan nama saya di ruang sidang, mohon tuntaskan klarifikasinya. Sebab ini penyebutan nama saya yang ke-2 kalinya. Pertama nama saya disebut dalam kasus Nazarudin. Saat masih menjabat. Sekarang disebut lagi setelah pensiun," tulis Fahri di lini masa akun Instagramnya, @fahrihamzah, Jumat 18 Juni 2021.

Dia menceritakan, dalam kasus nazaruddin, seorang saksi menyebut dirinya menerima uang 25.000 USD di Gedung Anugrah. "Yang saya enggak tau tempatnya. Selama saya menjabat, saya tidak pernah diminta klarifikasi. Saya akhirnya tahu bahwa itu rekayasa belaka. Sekarang setelah pensiun nama saya disebut lagi," tutur politikus Partai Gelora Indonesia ini. Baca juga: Disebut dalam Sidang Korupsi Izin Lobster, Fahri Hamzah: Saya Enggak Akan Lari



Saat ini, kata dia, namanya disebut lagi. Kali ini dalam sidang korupsi benih lobster. "Kali ini disebut hanya karena WA seorang menteri kepada stafnya agar Tim Saya (bukan saya) dipanggil presentasi. Saya rakyat biasa yang diminta untuk menyiapkan tim untuk menjelaskan kesiapan teknis pelaksanaan program pemerintah yang sah. Apa salahnya?

Fahri pun mempelajari berita tentang hal itu. Dia mengaku menemukan pelajaran betapa pentingnya jaksa kPK harus berhati-hati di ruang sidang. Membuka alat bukti yang tidak ada di berita acara pemeriksaan (BAP) dinilainya hanya sensasi. "Jaksa KPK harus banyak baca UU 19/2019. Hentikan sandiwara corona lagi marah!" ujar Fahri dengan emoji tertawa.
Fahri Hamzah kepada Jaksa KPK: Hentikan Sandiwara, Corona Lagi Marah!

Postingan Fahri Hamzah di akun Instagramnya. Foto/tangkapan layar Instagram Fahri Hamzah
Dia beranggapan, mungkin banyak orang termasuk jaksa KPK tidak peduli dengan nama baik, kehormatan dan harga diri yang dijaga bertahun-tahun sehingga menganggap remeh penyebutan nama orang secara tanpa kehati-hatian yang tinggi yang akhirnya merusak nama orang. "Tidak boleh begitu," tandasnya.

Fahri mengatakan, saat menjadi pejabat, dirinya tidak terlalu peduli. Sebab pejabat kadang memang harus dicurigai. "Tapi, sebagai rakyat biasa yang membayar pajak untuk kerja KPK saya harus mengharapkan profesionalisme lebih dari KPK," tuturnya.Baca juga: Pasukan Kedua AU China Dipersenjatai Jet Tempur Siluman J-20

Menurut dia, masa lalu KPK sengaja menjadikan ruang sidang untuk mendramatisasi ruang publik. Ribuan nama disebut. Ribuan nama dipanggil.

Dia menilai itu hanya untuk menambah bumbu sensasi. Saat ini hal itu tidak boleh terjadi. "Dalam kasus saya misalnya, apa sih yang kalian temukan? Kenapa tidak kalian teruskan? Kenapa saya dibiarkan bebas berkeliaran? Aneh...sekadar mau suruh orang diam dengan dipanggil atau disebut nama bukanah cara kerja negara yang benar apalagi penegakan hukum. Hentikan!" kata Fahri.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top