Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Sikap 5 Organisasi Profesi Kedokteran
Jum'at, 18 Juni 2021 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Sikap keempat disampaikan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Pulungan. "Kami dari lima organisasi merekomendasikan agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru Covid-19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian, dan mungkin menghilangkan efek vaksin," ujarnya.
Selanjutnya, sikap kelima disampaikan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Isman Firdaus. "Yang terakhir bahwa agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak bepergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan, dan menjalankan protokol kesehatan lainnya," tegasnya.
Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan menegaskan bahwa kelima sikap ini layak untuk dilakukan. "Kelimanya ini sebetulnya sangat layak untuk dilakukan, tapi memang pada sebagian masyarakat menganggap ini suatu penderitaan karena banyak kali pembatasan-pembatasan," ujarnya.
Tapi, Erlina menghimbau bahwa kita bersama-sama sebagai suatu bangsa, sama-sama menderita, yang sama-sama berusaha sangat sangat keras dan sangat maksimal dalam waktu singkat ini. "Menderita dalam waktu singkat tapi untuk kemudian bersama-sama juga dapat terbebas dari pandemi ini dan bisa menjalani kehidupan yang normal untuk waktu jangka panjang," tegas Erlina.
Selanjutnya, sikap kelima disampaikan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Isman Firdaus. "Yang terakhir bahwa agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak bepergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan, dan menjalankan protokol kesehatan lainnya," tegasnya.
Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan menegaskan bahwa kelima sikap ini layak untuk dilakukan. "Kelimanya ini sebetulnya sangat layak untuk dilakukan, tapi memang pada sebagian masyarakat menganggap ini suatu penderitaan karena banyak kali pembatasan-pembatasan," ujarnya.
Tapi, Erlina menghimbau bahwa kita bersama-sama sebagai suatu bangsa, sama-sama menderita, yang sama-sama berusaha sangat sangat keras dan sangat maksimal dalam waktu singkat ini. "Menderita dalam waktu singkat tapi untuk kemudian bersama-sama juga dapat terbebas dari pandemi ini dan bisa menjalani kehidupan yang normal untuk waktu jangka panjang," tegas Erlina.
(zik)
Lihat Juga :