Survei Sebut Belum Ada Capres Premium tapi Ada King-Queen Maker, Ini Maksudnya
Kamis, 17 Juni 2021 - 18:29 WIB
loading...
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menilai hingga saat ini belum ada satu sosok yang dianggap bisa menjadi capres premium. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - LSI Denny JA menyebut hingga kini belum ada calon presiden (capres) premium . Meskipun Prabowo Subianto yang selama ini sering berada di peringkat teratas survei, namun Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu belum bisa dikatakan capres premium.
Lalu sebenarnya apakah yang dimaksud capres premium versi LSI Denny JA? Peneliti LSI Denny JA Network, Adjie Alfaraby menjelaskan, capres kelas premium adalah capres yang elektabilitasnya di atas 25 %.
"Semua capres yang namanya mengemuka ke publik termasuk, capres veteran Prabowo Subianto, elektabilitasnya hanya di bawah 25%," kata Adjie dalam rilis hasil survei LSI Denny JA yang diterima SINDOnews, Kamis (17/6/2021).
LSI Denny JA menegaskan Pilpres 2024 masih 2 tahun 8 bulan lagi. Mereka yang akhirnya berlaga pada Pilpres 2024, tak hanya akan dinilai dari dukungan saat ini.Baca juga: Dokter Tirta Sebut Lonjakan Kasus COVID-19 yang Berulang seperti Lingkaran Setan
Mereka yang berlaga pun tak hanya diukur dari elektabilitas mereka katakanlah H-1 tahun menjelang pilpres, tapi juga kemampuan dan potensi para calon memperoleh tiket sah sebagai capres dan cawapres (syarat 20% kursi DPR atau 25% suara partai atau koalisi partai politik).
Lalu sebenarnya apakah yang dimaksud capres premium versi LSI Denny JA? Peneliti LSI Denny JA Network, Adjie Alfaraby menjelaskan, capres kelas premium adalah capres yang elektabilitasnya di atas 25 %.
"Semua capres yang namanya mengemuka ke publik termasuk, capres veteran Prabowo Subianto, elektabilitasnya hanya di bawah 25%," kata Adjie dalam rilis hasil survei LSI Denny JA yang diterima SINDOnews, Kamis (17/6/2021).
LSI Denny JA menegaskan Pilpres 2024 masih 2 tahun 8 bulan lagi. Mereka yang akhirnya berlaga pada Pilpres 2024, tak hanya akan dinilai dari dukungan saat ini.Baca juga: Dokter Tirta Sebut Lonjakan Kasus COVID-19 yang Berulang seperti Lingkaran Setan
Mereka yang berlaga pun tak hanya diukur dari elektabilitas mereka katakanlah H-1 tahun menjelang pilpres, tapi juga kemampuan dan potensi para calon memperoleh tiket sah sebagai capres dan cawapres (syarat 20% kursi DPR atau 25% suara partai atau koalisi partai politik).
Lihat Juga :