Lonjakan COVID-19 Tak Terkendali, Epidemiolog Prediksi 2 Minggu-1 Bulan ke Depan RS Kolaps
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:36 WIB
loading...
Kepala bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane memprediksi 2 minggu sampai 1 bulan ke depan fasilitas kesehatan terutama RS rujukan COVID-19 akan kolaps. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane mengatakan jika lonjakan kasus COVID-19 tidak segera terkendali, diprediksi 2 minggu sampai 1 bulan ke depan fasilitas kesehatan terutama RS rujukan COVID-19 akan kolaps .
“Jika tak ada containment, tidak ada pengendalian yang tepat dan cepat saya bisa katakan 2 minggu sampai 1 bulan lagi kita sudah akan kolaps,” ujar Masdalina secara virtual, Kamis (17/6/2021). Baca juga: Kasus Covid-19 Catat Rekor Baru, Bima Arya Umumkan Situasi Kota Bogor Sudah Genting
Oleh karena itu, Masdalina meminta agar pengawasan di lapangan untuk memantau penerapan regulasi khususnya protokol kesehatan harus diperketat. “Pengawasan di lapangan itu dibutuhkan untuk memantau apakah regulasi kita itu memang dilaksanakan dengan baik itulah tugas teman-teman di Satgas dan TNI Polri agar bisa mengawal penerapan regulasi,” tegasnya.
Masdalina pun mengatakan bahwa untuk mengatasi lonjakan COVID-19 ini bukan hanya dengan menambah kapasitas tempat tidur saja. “Karena itu strategi untuk mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dengan terus menambah tempat tidur karena hanya pada satu titik itu akan terjadi lonjakan di mana RS dan tempat tidur sudah tidak mampu lagi mengatasinya,” paparnya.
“Maka yang harus dilakukan adalah containment di hulu jadi bagaimana caranya agar masyarakat itu tetap mematuhi protokol kesehatan tapi tracingnya kuat,” sambung Masdalina.
“Jika tak ada containment, tidak ada pengendalian yang tepat dan cepat saya bisa katakan 2 minggu sampai 1 bulan lagi kita sudah akan kolaps,” ujar Masdalina secara virtual, Kamis (17/6/2021). Baca juga: Kasus Covid-19 Catat Rekor Baru, Bima Arya Umumkan Situasi Kota Bogor Sudah Genting
Oleh karena itu, Masdalina meminta agar pengawasan di lapangan untuk memantau penerapan regulasi khususnya protokol kesehatan harus diperketat. “Pengawasan di lapangan itu dibutuhkan untuk memantau apakah regulasi kita itu memang dilaksanakan dengan baik itulah tugas teman-teman di Satgas dan TNI Polri agar bisa mengawal penerapan regulasi,” tegasnya.
Masdalina pun mengatakan bahwa untuk mengatasi lonjakan COVID-19 ini bukan hanya dengan menambah kapasitas tempat tidur saja. “Karena itu strategi untuk mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dengan terus menambah tempat tidur karena hanya pada satu titik itu akan terjadi lonjakan di mana RS dan tempat tidur sudah tidak mampu lagi mengatasinya,” paparnya.
“Maka yang harus dilakukan adalah containment di hulu jadi bagaimana caranya agar masyarakat itu tetap mematuhi protokol kesehatan tapi tracingnya kuat,” sambung Masdalina.
Lihat Juga :