Prabowo Bertemu Megawati, Refly Harun Harap Partai Oposisi Tetap Ada
Rabu, 09 April 2025 - 00:23 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kediamannya, Senin (7/4/2025). FOTO/DOK.SindoNews
A
A
A
ACHMAD AL FIQRI - akar hukum tata negara Refly Harun meyakini pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghasilkan kesepakatan. Ia meyakini pertemuan kedua tokoh negara itu ada timbal balik keuntungan .
Hal itu diungkapkan Refly dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Dihantam Luar-Dalam, Indonesia Harus Apa?" yang disiarkan di iNews Tv, Selasa (8/4/2025).
"Jadi begini ya, pertemuan seperti ini tidak bisa kita lihat sebagai, wah ini ada dua tokoh besar, merajut persatuan dan lain sebagainya. No free lunch, tidak ada makan siang yang gratis. Pasti ada take and give-nya," terang Refly.
"Ketika mereka mau bertemu, maka berarti ada dua kesiapan. Kesiapan Ibu Mega dan kesiapan Prabowo. Dan itu pasti adalah pembicaraan yang barangkali sifatnya offering dan lain sebagainya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Refly berharap, pertemuan itu tak menggoyahkan sikap PDIP untuk berada di luar pemerintahan. Pasalnya, kata dia, saat ini hanya ada dua partai parlemen yang tak diakomodasi oleh Pemerintah yakni, NasDem dan PDIP. "Padahal awalnya mau diajak semua kan, mau ada grand coalition begitu," ucap Refly.
Ia menyoroti Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang terkesan mudah dijinakkan, ketimbang Megawati. Hal itu diperlihatkan Puan yang kerap hadir di acara koalisi partai pemerintah.
Hal itu diungkapkan Refly dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Dihantam Luar-Dalam, Indonesia Harus Apa?" yang disiarkan di iNews Tv, Selasa (8/4/2025).
"Jadi begini ya, pertemuan seperti ini tidak bisa kita lihat sebagai, wah ini ada dua tokoh besar, merajut persatuan dan lain sebagainya. No free lunch, tidak ada makan siang yang gratis. Pasti ada take and give-nya," terang Refly.
"Ketika mereka mau bertemu, maka berarti ada dua kesiapan. Kesiapan Ibu Mega dan kesiapan Prabowo. Dan itu pasti adalah pembicaraan yang barangkali sifatnya offering dan lain sebagainya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Refly berharap, pertemuan itu tak menggoyahkan sikap PDIP untuk berada di luar pemerintahan. Pasalnya, kata dia, saat ini hanya ada dua partai parlemen yang tak diakomodasi oleh Pemerintah yakni, NasDem dan PDIP. "Padahal awalnya mau diajak semua kan, mau ada grand coalition begitu," ucap Refly.
Ia menyoroti Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang terkesan mudah dijinakkan, ketimbang Megawati. Hal itu diperlihatkan Puan yang kerap hadir di acara koalisi partai pemerintah.
Lihat Juga :